Beda Patah Tulang Diatasi Dengan Jalur Medis dan Tradisional

Ketika seseorang mengalami patah tulang bisa karena terjatuh, tabrakan atau karena faktor lain. Tentu, yang diinginkan hanya kesembuhan dan pencegahannya. Terdapat beberapa cara yang selama ini dilakukan oleh pasien untuk mengatasi dan menyembuhkan patah tulang, yaitu dengan jalur medis dan tradisional.

Perlu diketahui bahwa pengobatan dengan terapi medis dan pijat tradisional tidak akan pernah bisa disamakan, karena secara keilmuan aja udah beda. Seperti yang disampaikan oleh dr. Rene Rizaldi P.,Sp.KFR selaku dokter spesialis rehabilitasi medik Mandaya Hospital “Kami secara profesional tidak menganjurkan tindakan tradisional karena tidak mengetahui latar belakang pendidikan pengobatan tradisional, kita tidak bisa bandingkan dan percayai sedemikian rupa.” (Mandaya Passion, 2017).

Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui apa perbedaan dua jalur pengobatan tersebut. Padahal selain mengetahui bagaimana penyembuhan dan pencegahannya, pasien juga seharusnya tahu apa dampaknya bila kasus patah tulang salah penanganan. Berobat ke dokter tentu lebih unggul daripada berobat ke alternatif. Keunggulan penanganan medis adalah bahwa semua tindakan ada penelitiannya dan sudah dibukukan sehingga manfaaat dan efek sampingya juga sudah diketahui. Sedangkan dengan cara tradisional, kami tidak dapat bicara karena belum atau tidak ada penelitian yang menunjukkan bahwa tindakan itu bermanfaat.

Mungkin pasien sudah takut duluan dan mengira kalau berobat ke dokter harus dilakukan dioperasi, padahal operasi hanya dilakukan bila ada indikasi. Biasanya dokter akan menyarankan untuk dilakukan operasi apabila kasusnya tulangnya bergeser atau patah tulang pada bagian sendi, tujuannya untuk membantu mempercepat proses penyembuhan agar dapat bekerja kembali dan bisa melakukan gerakan-gerakan pada bagian patah tulangnya. Akan tetapi, bila hanya retak saja maka tidak diperlu dioperasi, bisa dengan pemasangan gips atau di istirahatkan saja.

Namun, terdakang masih ditemukan pasien yang telah diterapi tradisional kondisinya malah semakin parah, sehingga mempersulit penanganan di jalur medis. Oleh karena itu, pentingnya sosialisasi medis ke masyarakat agar lebih mengerti dan paham tentang penanganan medis.

 

Perbedaan Patang Tulang Diatasi Dengan Jalur Medis dan Tradisional (Mandaya Passion, 2017) Sebagai Berikut:

Penanganan MedisPenanganan Tradisional
Semua tindakan berdasarkan penelitian.Tindakan berdasarkan pengalaman.
Bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.Pertanggungjawaban minimal.
Terdapat buku buku literatur.Tidak terdapat buku buku literatur.
Peralatan canggih dan modern mempercepat penyembuhan.Peralatan sederhana.
Efek samping/resiko sudah terukur dan dapat ditekan seminimal mungkin.Dapat timbul komplikasi/efek samping yang makin memperburuk kondisi kesehatan pasien, misalnya memungkinkan terjadi masuknya lemak ke pembuluh darah yang terbuka, butir tersebut bisa menyebar ke jantung, otak dan ginjal.

 

Setelah melihat tabel diatas, tentunya pasien harus bisa memilih mana yang lebih baik. Jadi, kami tetap menyarankan apabila masyarakat ada yang mengalami cedera atau trauma patah tulang untuk segera berkonsultasi ke dokter, agar tidak salah dalam mengambil keputusan. Tetapi, bila masyarakat masih bersikeras untuk menggunakan jalur alternatif maka kami tidak bisa memaksakan dan menjadi tanggung jawab masing-masing pasien. Yang penting pasien sudah memahami keuntungan dan kerugiannya.

Sedangkan pada masa penyembuhan, bila tidak ada penyakit lain yang menyertai, seperti hipertensi atau diabetes maka tidak ada larangan khusus apapun untuk mengkonsumsi makanan. Waktu penyembuhan setiap pasien berbeda-beda tergantung letak dan jenis tulangnya. Jadi, agar dapat mempercepat proses penyembuhan maka lakukanlah pola hidup sehat, perbanyak makan buah dan sayur, ikan dan ayam juga berguna untuk membantu proses penyembuhan. Dan juga hindari merokok ya…

Bila artikel ini bermanfaat maka sukai dan bagikan! Thanks.

Baca juga: Penanganan Terkena Gigitan Ular Berbisa

 

Referensi:

  1. Mandaya Passion. Edisi 2 Agu-Sep. 2017. Mandaya Hospital Group.

Reply