Tanya Jawab (FAQ) Seputar BPJS Kesehatan (JKN)

Bpjs kesehatan

Gambar diatas adalah logo BPJS Kesehatan.

BPJS Kesehatan atau Jaminan kesehatan Nasional (JKN) merupakan salah satu program pemerintah di Indonesia. Berikut  12 tanya jawab seputar BPJS Kesehatan, yaitu:

 

1. Apakah bisa berobat langsung ke RS walaupun bukan dalam keadaan gawat darurat?

  • Alur layanan kesehatan JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) adalah berjenjang. Maksudnya bila ada keluhan sakit peserta harus terlebih dahulu ke fasilitas kesehatan tingkat pertama (Klinik/Puskesmas/Dokter Keluarga) yang sudah menjadi provider BPJS Kesehatan, tetapi bila keluhannya gawat darurat/kondisi yang berakibat fatal (seperti diare, serangan jantung, pendarahan hebat, dll) dapat langsung berobat ke UGD Rumah Sakit.

 

2. Apakah BPJS Kesehatan masih menggunakan sistem reimburstment?

  • Tidak ada. Pembayaran klaim hanya dilakukan oleh faskes yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Pada kasus gawat darurat yang ditangani di RS bukan provider BJPS Kes, jaminan pun akan di koordinasikan langsung dengan RS tersebut.

 

3. Apakah persalinan normal bisa di layani di Rumah Sakit (Faskes Lanjutan)?

  • Persalinan normal tidak dapat langsung ke Rumah Sakit karena persalinan normal itu dapat di layani di Faskes tingkat 1, di klinik yang mempunyai bidan satu atap atau Bidan yang menjadi jejaring tersebut atau bidan jejaring dari klinik lain yang telah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

 

4. Apakah layanan KB (keluarga berencana) dan imunisasi termasuk manfaat dari pelayanan BPJS Kesehatan?

  • Untuk imunisasi dasar merupakan program nasional yang telah di tanggung oleh pemerintah Indonesia, dan peserta otomatis sudah dapat mengakses layanan tersebut yang saat ini dapat dilakukan di Puskesmas (posyandu), hanya dengan menunjukkan identitas peserta BPJS Kesehatan. Sedangkan untuk pelayanan KB (seperti pil, suntik, dan IUD) dapat mengakses Puskesmas maupun klinik atau jejaring Bidan dimana peserta terdaftar.

 

5. Apakah pengobatan penyakit TB (Tuberkulosis) untuk peserta BPJS Kesehatan dapat dilakukan secara tuntas di Rumah Sakit?

  • Pengobatan TB merupakan salah satu program pemerintah yang distribusi obatnya hingga kini hanya di Puskesmas. Jadi, peserta BPJS Kesehatan yang telah di diagnosa terkena TB di RS harus di rujuk balik ke Puskesmas terdekat domisili peserta dan selanjutnya pengobatan dilanjutkan oleh Puskemas dengan paket obat TB dari Pemerintah Indonesia.

 

6. Bagaimana jika saya sedang diluar kota, apakah masih dapat menerima manfaat BPJS Kesehatan?

  • Tentu bisa, tetapi sesuai dengan prinsip portabilitas dalam layanan kesehatan BPJS Kesehatan. Dengan cara peserta yang sedang berada diluar kota FKTP terdaftar, dapat mencari Puskesmas/klinik provider BPJS Kes terdekat di wilayah yang sedang dikunjungi dengan menunjukkan identitas dan surat keterangan bertamu dari RT/RW setempat maksimal 3 kali dalam sebulan. Untuk mempermudah pelayanan kesehatan, peserta dapat melapor ke kantor BPJS Kes untuk mendapatkan surat kunjungan sementara yang berlaku selama satu bulan.

 

7. Bagaimana jika Rumah Sakit menolak pasien dengan alasan ruangan inap penuh?

  • Bila ruangan yang sesuai hak kelas rawat penuh, maka dapat turun atau naik kelas selama maksimal tiga hari tanpa iur bayar. Atau dapat dirujuk ke rumah sakit lain yang masih tersedia kamar yang sesuai kelas rawatnya.

 

8. Bagaimana bila pasien diminta untuk membayar obat-obatan tertentu?

  • Aspek terapi medis termasuk pemberian obat menjadi penuh oleh rumah sakit atau dokter yang merawat. BPJS Kesehatan tidak menetapkan nama obat yang dapat dijamin, selama obat tersebut masih terdaftar dalam formularium obat nasional, Oleh karena itu pasien harus diberikan obat dan tanpa ada pembayaran untuk obat tersebut.

 

9. Kenapa saya tidak pernah diberikan obat yang bagus baik di klinik maupun di puskesmas, obatnya itu itu saja?

  • Obat paten dan obat generik mempunyai fungsi dan kandungan yang sama dalam setiap golongan obatnya. Hanya saja terdapat perbedaan dalam rasa kemasan atau hal lain yang subtansial. Untuk itu Yakinlah bahwa dengan manfaat obat generik, karena obat ini adalah produk negara yang disiapkan untuk mengurangi efek samping obat yang berlebihan bagi para pasien.

 

10. Bila pasien sudah di rawat inap di Rumah Sakit, Apakah harus melengkapi surat rujukan dari klinik atau puskesmas?

  • Apabila pasien sudah dirawat di rumah sakit dan melalui prosedur sebagai peserta BPJS Kesehatan untuk RITP (lewat UGD atau Poli), maka tidak membutuhkan lagi surat rujukan baik dari klinik maupun Puskesmas.

 

11. Bila telah memiliki surat kontrol dari rumah sakit (peserta RTPU dengan RJTL), Apakah saya harus ke klinik atau puskesmas untuk meminta surat rujukan?

  • Bila telah mempunyai surat kontrol dari dokter maka pasien dapat langsung berobat ke rumah sakit dengan membawa surat kontrol dan kartu BPJS Kesehatan tanpa harus meminta lagi surat rujukan dari klinik atau puskesmas.

 

12. Bagaimana bila terdapat kebutuhan informasi atau keluhan pada saat pelayanan kesehatan faskes BPJS Kesehatan?

  • Bila membutuhkan informasi atau ingin menyampaikan keluhan pada saat mendapatkan pelayanan kesehatan di Fasilitas kesehatan BPJS Kes, peserta dapat menghubungi petugas BPJS Kesehatan Center di setiap rumah sakit provider BPJS Kes atau call center nasional di 500 400.

Bpjs kesehatan

 

Akun media sosial resmi BPJS Kesehatan adalah:

  • Situs: www.bpjs-kesehatan.go.id
  • Facebook: BPJSKesehatanRI
  • Twitter: BPJSKesehatanRI

Baca juga selanjutnya: Datangi Rumah sakit, Beresiko terkena infeksi nosokomial.

Reply