Ketoconazole Krim | Ketokonazol

Ketoconazole adalah suatu derivat imidazole-dioxolan sintesis yang memiliki aktifitas antimikotik yang poten terhadap dermatofit dan ragi, seperti Tricophyton sp., Epidermophyton fluccosum, Pityrosporum sp., Candida sp. Setiap gram ketoconazole krim mengandung ketokonazol 20 mg. Ketokonazol bekerja dengan cara menghambat sitokrom P450 jamur, dengan mengganggu sintesa ergosterol yang merupakan komponen penting dari membran sel jamur. Informasi lebih lanjut tentang obat ketoconazole krim, lihat berikut ini!

Tentang Obat ketoconazole Krim

Kandungan:

  • Ketokonazol.

Golongan:

  • Obat.

Jenis:

  • Anti jamur.

Bentuk:

  • Topikal.
  • Cara Pemberian :
  • Topikal.

Cara Penyimpanan:

  • Simpan pada suhu kamar (25-30 derajat Celcius.
  • Terlindung dari cahaya.
  • Hindarkan dari jangkauan anak-anak.
    Indikasi:
  •  Tinea corporis.
  •  Tinea manus.
  •  Tinea pedis.
  •  Cutaneous candidiasis.
  •  Tinea versicolor.
  •  Malassezia furfur.

Kontraindikasi:

  •  Penderita yang hipersensitif terhadap ketokonazol atau salah satu dari bahan obat ini.
  • Wanita hamihami
  • Anak berusia dibawah 2 tahun.

Digunakan oleh:

  • Dewasa.
  • Anak-anak berusia diatas 2 tahun.

Ketoconazole krim digunakan untuk mengobati infeksi jamur di permukaan kulit, seperti tinea cruris, tinea manus, tinea pedis yang disebabkan oleh Tricophyton rubrum, tricophyton mentagrophytes, Microsporum canis dan Epidermophyton floccosum, Cutaneous candidiasis (termasuk vulvutis), Tinea (pityriasis) versicolor oleh Malassezia furfur. Perlu diingat bahwa obat ini tidak boleh diberikan pada wanita hamil, anak-anak berusia dibawah 2 tahun (karena efektifitas dan keamanan penggunaan pada anak-anak belum diketahui secara pasti) dan penderita yang hipersensitif terhadap ketokonazol atau salah satu komponen obat ini. Hati-hati bila digunakan oleh ibu menyusui.

Cara pemakaian ketoconazole krim yaitu dengan dioleskan sekali sehari pada daerah yang terinfeksi dan sekitarnya pada penderita kandidiasis kutis, kantinea korporis, kantinea kruris, kantinea manus, kantinea pedis dan tinea (pityriasis) versikolor. Sedangkan pada penderita dermatitis seboroik sekali atau dua kali perhari. Perlu diingat bahwa pengobatan harus dilanjutkan untuk beberapa waktu, sedikitnya beberapa hari setelah gejala-gejala hilang agar pengobatannya tuntas. Selain itu, hindarkan kontak dengan mata dan bila hal ini terjadi maka segera bilas mata dengan air.

Efek samping yang mungkin terjadi karena penggunaan obat ini, diantaranya adalah iritasi dan sensasi terbakar dan reaksi alergi kulit lokal dermatitis kontak. Untuk mencegah rebound effect pada penderita yang menggunakan kortikostiroid topikal jangka panjang maka disarankan untuk melanjutkan penggunaan kortikostiroid topikal bersamaan dengan ketokonazole topikal dan secara bertahap dosis steroid diturunkan selama 2-3 minggu sebelum penghentian penggunaan.

Harga ketoconazole krim 2%, Dus, tube @10 gram berkisar antara Rp. 5.500,- (HET). Obat ini diproduksi oleh Kimia Farma Tbk, Medan – Indonesia.

Reply