KUKU RAPUH SAAT HAMIL

PerawatanKesehatan.com – Tetap merawat kecantikan saat hamil sangat disarankan, termasuk kecantikan dan kesehatan kuku. Kuku memang kadang  masih menjadi bagian tubuh yang kurang kita perhatikan. Tidak Cuma harus terlihat cantik dan bersih di bagian tubuh dan wajah, kuku sehat, bersih & cantik juga sangat penting. Selain itu, dari makanan yang bergizi yang harus di konsumsi, kesehatan dan kecantikan kuku juga perlu di rawat dari luar.

 

Cek kuku adalah bagian dari pemeriksaan head to toe yang sebenarnya harus dilakukan  oleh tenaga kesehatan saat melakukan pemeriksaan kehamilan. Dari kuku juga dokter dapat mendeteksi adanya penyakit atau kekurangan gizi pada ibu hamil. Waspada bila terjadi sesuatu pada kuku ibu hamil seperti berikut :

  • Kedua ujung kuku pucat atau melengkung keluar. Kemungkinan menderita anemia, kekurangan zat bezi (fe) , vitamin C , asam folat dan protein.
  • Kuku berubah menjadi lunak dan mudah patah. Kemungkinan mengalami kekurangan kalsium (Ca).
  • Kuku berwarna gelap , tanda awal dari kekurangan vitamin B 12.
  • Terlihat garis putih kecil pada lempengan kuku, Tanda awal dari kekurangan zat seng (Zn)
  • Bantalan kuku kering , rapuh, dan mudah patah, adalah tanda awal adanya gangguan pada kelenjar tiroid.
  • Kuku kuning dengan guratan kuning tua di dasarnya. Tanda dari gejala diabetes atau indikasi dari gangguan hati atau hepatitis , yang di sebabkan karena hiperbilirubin pada jaringan akut.
  • Permukaan kuku menggelembung ke atas disertai warna kuku menjadi pucat. Tanda dari kekurangan oksigen di dalam darah atau tanda awal gangguan fungsi paru-paru.
  • Kuku sangat tebal, tanda adanya gangguan sirkulasi, penyebabnya bisa berbagai jenis penyakit yang mengakibatkan terhambatnya aliran darah dari jantung ke jaringan-jaringan tubuh, atau kerusakan pembuluh darah tepi. Contoh, penyakit diabetes , penyakit paru-paru kronis , dan kelainan darah.

Kuku memang dapat memberikan gambaran kondisi kesehatan seseorang. Bahkan penampilan kuku di masa kehamilan dapat menjadi alarm untuk mendeteksi kekurangan zat gizi tertentu pada tubuh. Rawatlah selalu kesehatan dan kebersihan kuku.

 

Tips – tips merawat kuku agar tetap bersih dan sehat alami adalah sebagai berikut:

  1. Bagi anda yang senang memakai cat kuku , untuk sementara selama mas akehamilan biarkan kuku – kuku bebas “bernafas” tanpa di lapisi cat kuku atau ornamen nail art lainnya.
  2. Jaga kuku agar tetap pendek, berbentuk kotak , dengan ujung melingkar
  3. Oleskan krim pelembab kulit yang tidak mengandung bahan-bahan kimia berbahaya seperti hydrokinon dan mercury, setelah selesai mencuci tangan, piring ataupun pakaian.
  4. Oleskan lotion kuku pada lapisan kuku sebelum tidur.
  5. Kenakan sarung tangan pengaman saat melakukan pekerjaan yang dapat mengotori tangan dan merusak kuku.
  6. Pakai krim pelembab sebelum menggunakan sarung tangan
  7. Oleskan minyak zaitun untuk menguatkan kuku.
  8. Sebelum melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan kotor , tancapkan kuku ke sabun batangan untuk mencegah kotoran melekat di kuku.
  9. Jangan gunakan kuku untuk membuka tutup yang keras.
  10. Jangan menggigit kuku karena selain merusak bantalan kuku, juga memudahkan bakteri dan jamur masuk menginfeksi.
  11. pErbanyak minum jus wortel yang kaya akan kalsium dan phosphorus yang dapat memperkuat kuku.
  12. Royal jelly dan rumput laut kaya akan kandungan silica , zinc dan vitamin B yang menghindari kuku dari kekeringan dan rapuh di bagian ujungnya.
  13. Pilih sayuran dan makanan yang kaya akan sulfur dan silicon seperti ikan , brokoli, dan bawang agar kuku terhindar dari bercak-bercak putih.
  14. Kacang-kacangan dan gandum juga baik untuk menjaga kejernihan kuku dengan kandungan biotin. Makanan ini juga dapat memperlancar pencernaan agar menghindari kuku dari kutikel memerah yang biasanya di sebabkan oleh metabolisme yang tidak lancar.
  15. Kalau kuku sering terlihat retak, dan tidak mulus , maka konsumsi air putih Karena kemungkinan tubuh kekurangan cairan.

 

Referensi.
  1. Rusmalia M. Salman. 30 Perubahan tubuh selama hamil. Jakarta: Penerbit Puataka Kemang. 2016.

Reply