Cara mengatasi Mual dan Muntah (Morning Sickness) Saat Hamil

Cara mengatasi mual dan muntah saat Hamil – Sebelumnya kami ucapkan selamat atas kehamilan yang kini sedang anda jalani, semoga ibu dan janin yang di kandung senantiasa sehat tanpa ada gangguan apapun. Siapkah anda dengan kehamilan ini? siapkah anda dengan berbagai perubahan fisik, mental maupun kesehatan yang akan terjadi ketika anda hamil? siap tidak siap jawabannya harus siap. Banyak sekali perubahan dan masalah-masalah seputar kehamilan yang akan dialami oleh sebagian wanita, salah satunya yaitu mual dan muntah. Tapi anda tidak perlu khawatir karena di sini kami akan membagikan sedikit ilmu yang kami pelajari seputar mual dan muntah saat hamil.

Mual dan muntah saat hamil

Mual dan muntah merupakan gejala wajar kehamilan yang biasa disebut morning sickness. Namun bisa jadi seorang ibu mengalaminya secara berlebihan yang di sebut hyperemesis grafidarum (HEG)* yang dapat mengakibatkan janin kekurangan nutrisi sehingga perkembangannya terganggu.
*)Hiperemesis grafidarum (HEG) adalah istilah untuk muntah yang berlebihan pada kehamilan. Kondisi ini biasanya terjadi pada awal kehamilan atau trimester 1 kehamilan yaitu usia 1-12 minggu sebagai akibat dari hormon kehamilan.
Saat muntah, cairan & garam tubuh terbuang dan terjadi proses “pembongkaran” cadangan lemak. Oleh sebab itu untuk penderita HEG perlu di rawat guna untuk memulihkan metabolisme tubuh. Selain karena kadar hormon hCG dan esterogen yang meningkat drastis pada trimester 1 & memicu bagian otak yang mengontrol mual dan muntah serta saluran cerna yang terdesak oleh pertumbuhan janin dan mengakibatkan terjadinya refluks asam (keluarnya asam dari lambung ke tenggorokan) dan lambung bekerja lebih lambat untuk menyerap makanan sehingga menyebabkan mual dan muntah, morning sickness itu sendiri juga terjadi karena calon janin mengeluarkan hormon Beta HCG (Human Carionic Gonadrotropin) yang menimbulkan diantaranya mual dan muntah pada pagi hari (morning sickness).
Hal ini disebabkan karena sepanjang malam ibu hamil kurang minum, sehingga tidak buang air kecil. Akibatnya Beta HCG dalam darah tidak terbuang dan malah meningkat jumlahnya, inilah yang menimbulkan rasa mual. Puncak mual bisa terjadi di minggu ke 13 usia kehamilan. Pada ibu bekerja, morning sickness bisa terjadi di sore hari karena sepanjang pagi hingga siang ibu hamil beraktivitas dan di sore hari cenderung kurang minum. Tetapi umumnya ibu bekerja punya motivasi kuat untuk sehat, sehingga morning sickness yang di derita tidak terlalu parah.

Cara Mengatasi Mual dan Muntah (morning sickness) saat hamil

  1. Mengatur pola makan.
  2. Setiap setengah jam minumlah setengah gelas air putih atau jus buah segar.
  3. Lakukan buang air kecil setiap kali terasa ingin BAK, karena buang air kecil sangat di butuhkan untuk membuang Beta HCG.
  4. Makan biscuit dan buah-buahan kering seperti kismis, prunes dan apel yang mengandung glukosa serta serat tinggi, sehingga melancarkan buang air.
  5. Bila mual dan muntah dirasa cukup berat, dianjurkan dirawat dan agar mendapat cairan melalui infus supaya banyak buang air kecil, sehingga Beta HCG keluar dan mual berkurang.
  6. Lakukan olahraga ringan seperti berjalan kaki atau berenang (bila memungkinkan), Jangan memperlakukan diri seperti orang sakit karena hamil itu bukan penyakit.

Referensi:

  1. Rusmalia M. Salman. 30 perubahan selama hamil: menghilangkan kecemasan saat persalinan & komplikasi kehamilan/ Rusmalia B. Salman. Jakarta: Penerbit Pustaka Kemang, 2016.
  2. Chadha, P. Vijay. Catatan kuliah ilmu forensik & toksikologi (Hand book of forensic medicine Hutauruk; editor, Agnes Kartini. – Jakarta: Widya Medika, 1995.

Reply