Obat Hematinik (Anti Anemia)

PerawatanKesehatan.com – Hematinik adalah obat yang khusus digunakan untuk menstimulir atau memperbaiki proses pembentukan sel darah merah (erythropoesis) [1]. Sel darah merah (eritrosit) di bentuk dalam sumsum tulang yang pipih, dimana mutlak dibutuhkan beberapa zat penting tertentu seperti besi, vitamin B12, dan asam folat.

anti anemia

Besi berfungsi untuk pembentukan hemoglobin/Hb (zat warna darah). Sedangkan vitamin B12 dan asam folat berfungsi untuk proses erythropoesis. Zat-zat tersebut diserap dari makanan dan di timbun dalam jaringan terutama hati dan sumsum tulang. Vitamin B12 dan asam folat disintesis pula dalam usus besar oleh bakteri, tetapi tidak dapat diserap lagi dari tempat itu oleh tubuh. Pada ibu hamil biasanya dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung asam folat bertujuan untuk pembentukan otak janin.

 

Anemia.

Anemia adalah suatu keadaan kronis dimana kadar Hb dan atau jumlah sel darah merah berkurang [1]. Seseorang dikatakan anemia bila kadar Hb < 8 mmol/liter (pria), dan Hb < 7 mmol/l (wanita).

Jenis-jenis anemia berdasarkan sebabnya adalah sebagai berikut:

1. Anemia Hipokromik (Anemia sekunder), yaitu anemia yang disebabkan karena defisiensi besi (Fe). Sering disebabkan oleh perdarahan di lambung dan usus, naiknya kebutuhan tubuh (haid, hamil, dan nifas), serta berkurangnya resorbsi dari usus halus. Ciri-ciri dari jenis anemia ini adalah bila dilihat dari mikroskop, maka sel darah merahnya tampak kecil-kecil.

2. Anemia Megaloblastik/Hiperkromik (Anemia primer), yaitu anemia akibat defisiensi vitamin B12 atau asam folat. Ciri-cirinya bila dilihat dari mikroskop, maka sel darah merahnya akan tampak besar-besar.

 

A. Antianemia hipokromik.

 

1. Fe dan garam-garamnya.

Penyerapannya melalui saluran pencernaan di duodenum (usus 12 jari), diserap dalam bentuk ferro mukosa (di ubah menjadi ion ferri dalam usus halus).

ion ferro

 

 

transport melalui sel mukosa usus secara transport aktif.

Jika cadangan tinggi dan kebutuhan rendah, maka kelebihan zat besi diubah menjadi feritin kemudian disimpan, sebaliknya = Zat besi yang baru diserap segera diangkut dari sel mukosa usus ke sumsum tulang untuk erythropoesis.

Faktor yang meningkatkan penyerapan besi adalah:

  • Pada kondisi defisiensi besi (Fe).
  • Adanya ion kobal, inosin, etiomin, HCI, suksinat dan senyawa lain.
  • Berkurangnya depot besi dan meningkatnya erythropoesis.

Faktor yang menurunkan penyerapan besi adalah:

  • Terdapat fosfat, antasida.

Efek Samping.

Oral = intoleransi seperti mual, sulit buang air besar, diare, kolik, dan nyeri lambung.

I.M = Terasa sakit pada tempat suntikan, warna coklat pada tempat suntikan, atau peradangan lokal.

Dalam 10 menit akan mengalami sakit kepala, nyeri otot dan sendi, nadi cepat (takikardi), berkeringat, mual, muntah, dan penurunan tekanan darah (hipotensi).

1/2-1 jam akan mengalami demam, menggigil, urtikari, nyeri dada, dan perasaan sakit diseluruh badan.

 

Penatalaksanaan bila terjadi keracuanan zat besi.

  • Usahakan pasien untuk muntah.
  • Beri minum susu atau telur yang dapat mengikat zat besi sehingga kompleks protein Fe (supaya dapat di serap).
  • Bila diminum 1 jam sebelumnya, maka beri bilas lambung dengan natrium bicarbonat (Na2CO3 1%) untuk mengikat/penjendal besi.
  • Diberi deferoksamin (zat pengklelat) spesifik untuk besi dan efektif untuk mengatasi efek racun sistemik maupun lokal.

Sediaan: Hidrat sulfas ferosus 300 mg, imferion (i.m & i.v) disuntikkan dengan perlahan-lahan dan dalam untuk menghindari pewarnaan kulit.

 

2. Obat-obatan lain seperti tembaga, vitamin B2, vitamin B6, dan kobal.

 

B. Antianemia Megaloblastik.

Anemia megaloblastik disebabkan oleh defisiensi B12, biasanya disertai dengan gangguan saraf dan dapat mengakibatkan cacat seumur hidup.

  • Vitamin B12 (sianokobalamin) dapat bersumber dari jeroan, kerang, kuning telur, susu kering bebas lemak, dan makanan dari laut. Vitamin B12 dapat diserap dengan baik pada intramuskuler (i.m), sedangkan kalau melalui oral penyerapannya lambat tapi dapat digunakan secara rutin maka akan terpenuhi juga.
  • Penyerapan dengan perantaraan FIC (faktor instriksik castle) dikeluarkan oleh sel parietal lambung yang berfungsi dalam penyerapan vitamin B12 di ileum setelah dibebaskan dari ikatan protein, vitamin B12 dari makanan akan membentuk komponen B12-FIC. Komponen ini masuk ke ileum dan melekat di sel mukosa ileum untuk diserap.
  • Bila sekresi FIC bertambah, maka penyerapan vitamin B12 akan meningkat.
  • Faktor instriksik konsentrat (eksogen) dapat diberikan bersamaan vitamin B12 untuk pasien yang kurang memproduksi FIC.

Berikut yang dapat mengurangi penyerapan vitamin B12 adalah;

  • Pengkhelat kalsium (Ca).
  • Sorbitol dosis besar (deuretik).

 

Referensi.

  1. Materi kuliah Farmakologi. Akper Muhammadiyah Kendal. 2009.

 

Baca juga selanjutnya: Makan ikan mentah bisa sebabkan cacing hati.

Reply