Penyakit Jantung Reumatik (PJR)

penyakit jantung reumatik

PerawatanKesehatan.com – Penyakit jantung reumatik (PJR) adalah suatu kelainan jantung yang terjadi sebagai akibat dari demam reumatik (Taranta A dan markowitz, 1981). Sedangkan yang dimaksud demam reumatik (DR) adalah suatu penyakit peradangan sistemik yang disebabkan oleh kuman Streptokokus Grup A (SGA) beta hemolitik pada radang tenggorokan yang terletak dibagian tonsil dan faring [1].  Demam reumatik akut bisa sembuh sendiri tanpa diobati, tetapi beresiko untuk timbul kembali berulang-ulang, yang disebut dengan kekambuhan.

 

Pada umumnya organ yang sering dikenai DR adalah persendian, tetapi bila terkena jantung maka jantung akan mengalami kerusakan yang sangat berat. Serangan utama demam reumatik terdapat pada kelompok usia 5-15 tahun, sedangkan usia dibawah 5 tahun jarang sekali dijumpai. Penderita demam reumatik apabila tidak mendapatkan pengobatan dengan cepat dan tepat, maka akan beresiko mengalami serangan penyakit jantung reumatik. Meskipun hingga saat ini, terdapat hal-hal yang belum jelas. Tetapi pernah ada penelitian yang mendapatkan bahwa demam reumatik yang menyebabkan penyakit jantung reumatik.

 

Tanda Gejala Penyakit Jantung Reumatik (PJK).

Tanda dan gejala dari penyakit jantung reumatik merupakan dari beberapa gejala yang terpisah dan kemudian menjadi suatu PJK. Pada tahun 1944, Jones menetapkan kriteria penyakit ini kemudian pada tahun 1955 dan kemudian di revisi tahun 1965, 1984, dan terakhir 1992 oleh Asosiasi jantung Amerika (AHA) sebagai berikut:

Gejala mayor:

  • Arthritis (Radang sendi).
  • Karditis (infeksi jantung).
  • Korea (kelainan gerak).
  • Eritema marginatum (bercak kulit).
  • Nodul subkutanius (benjolan di bawah kulit).

Gejala minor:

  • Suhu badan tinggi.
  • Sakit sendi.
  • Memiliki riwayat menderita demam reumatik (DR)/penyakit jantung reumatik (PJR).

 

Bila adanya infeksi Streptokokus sebelumnya maka dalam menentukan suatu penyakit jantung reumatik harus berdasarkan atas adanya dua gejala mayor atau satu gejala mayor dengan dua gejala minor.

Karena penyediaan fasilitas pemeriksaan untuk mengetahui adanya kuman streptokokus belum meluas, maka tanda gejala diatas dapat dijadikan pegangan untuk menentukan suatu penyakit jantung reumatik (PJR). Tetapi, harus diperhatikan dan dibedakan antara gejala-gejala penyakit yang hampir mirip misalnya rematoid arthitis, pegal-pegal kaki infeksi virus, kelainan jantung bawaan dan lain sebagainya.

 

Pencegahan Penyakit Jantung Reumatik (PJR).

Pengendalian untuk mencegah agar tidak terjadi PJR maka dapat dilakukan pencegahan sekunder. Pencegahan sekunder adalah usaha untuk mencegah terjadinya infeksi kuman SGA pada pasien yang pernah terjangkit penyakit ini sebelumnya. Pencegahan ini dilakukan dalam jangka lama, yang membutuhkan kesabaran baik penderita, petugas medis maupun dokter yang merawat. Mengingat PJR menyebabkan cacat seumur hidup pada jantung. Dan cacat tersebut menyebabkan umur harapan hidup akan berkurang.

Dalam menunjang keberhasilan pengendalian PJR yaitu dengan pencegahan sekunder sangatlah tergantung pada:

  • Cara pemberian obat.
  • Butuh keyakinan dan ketaatan penderita untuk pencegahan sekunder ini secara langsung dan penuh pengertian.
  • Pendidikan orang tua merupakan faktor penting dalam ketaatan melakukan pencegahan ini.
    Dll…

 

Referensi.

  1. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi 4. Jilid 3. FKUI. 2006.

Baca juga selanjutnya: Penyakit jantung pada kehamilan.

2 Comments

Reply