Pusing Kepala (Dizziness)

Pusing kepala

PerawatanKesehatan.com – Pusing kepala atau dizziness adalah salah satu bentuk keluhan yang seringkali digunakan oleh seseorang untuk menerangkan bahwa pada dirinya terjadi rasa tidak menyenangkan atau tak nyaman sehingga terganggu keseimbangan tubuhnya [1]. Secara umum kita akan merasakan pusing kepala bila terlalu banyak beban pikiran (stress), terkena terik matahari, mata lelah, kelelahan otot, dan keracunan (baik makanan, zat kimia, atau obat-obatan). Selain itu dapat juga disebabkan karena menderita penyakit seperti anemia (kekurangan sel darah merah) dan tekanan darah tinggi/menurun (hipertensi/hipotensi).

 

Pusing kepala dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu vertigo (berputar), dysequilibrium (tidak seimbang), near-sinkop (lemah seperti hampir pinsan), dan nonspecific dizziness.

#Vertigo.

Vertigo atau berputar menunjukkan bahwa adanya gangguan pada sistem vestibular (keseimbangan). Hal ini dapat terjadi karena adanya pergerakan atau perubahan posisi.

#Dysequilibrium.

Dysequilibrium atau tidak seimbang menunjukkan bahwa terdapat suatu gangguan saraf, tetapi dapat juga disebabkan oleh reflek gangguan keseimbangan. Hal ini dapat menimbulkan perasaan khawatir akan terjatuh.

#Near-Sinkop.

Near-sinkop atau lemah seperti hampir pingsan menunjukkan perasaan seperti akan kehilangan kesadaran. Secara umum, hal ini dapat disebabkan oleh gangguan kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah).

#Non-Specific Dizziness.

Nonspecifik dizziness adalah suatu rasa pusing yang tidak spesifik, bukan gambaran dari suatu penyakit organik. Keluhan pusing ini tidak menggambarkan ketiga kelompok yang telah dijelas diatas. Pada umumnya merupakan keluhan dari penyakit psikogenik.

 

Penyebab Pusing Kepala.

a. Gangguan neorologis.

  • Perifer (saraf kokleo vestibular) = penyakit meniere (gangguan telinga bagian dalam), vestibulopati, setelah trauma, dan efek yang ditimbulkan oleh suatu pengobatan.
  • Sentral (batang otak, serebelum, dan serebrum) = perdarahan, sumbatan, penyempitan pembuluh darah, tumor, dan efek yang ditimbulkan oleh suatu obat.

b. Sistemik.

c. Jiwa.

Misalnya gangguan cemas (ansietas), gangguan jiwa (psikotik), dan gangguan suasana hati (efektif).

d. Penyebab ganda (multiple).

 

Pengobatan Pusing Kepala.

Anamnesa yang teliti dan benar sangat diperlukan dalam menentukan pengobatan disamping pemeriksaan fisik dan penunjang.

Masyarakat Umum.

Bila mengalami pusing kepala yang tidak biasa dan tidak hilang walaupun sudah beristirahat (tidur), maka segeralah periksa ke unit pelayanan kesehatan terdekat agar mendapatkan pengananan yang cepat dan tepat.

Petugas Kesehatan.

Pengobatan pusing kepala tergantung pada penyakit dasarnya, agar tidak beresiko pusing kepala dengan penyebab yang sama muncul kembali. Pusing kepala pada usia lanjut (lansia) bila tidak mendapatkan terapi dengan benar dapat memicu terjadinya hal yang tidak diinginkan seperti jatuh dan perasaan bingung yang meningkat.

 

Referensi.

  1. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi IV. Jilid III. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. 2006
  2. Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS). Edisi revisi. AGD 118 Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. 2012.
  3. Materi Pelatihan Higiene Perusahaan Dan Kesehatan Kerja (Hiperkes) dan Keselamatan Kerja (KK) bagi Paramedis. Jakarta; Pusat Hiperkes dan KK Disnakertrans Prov DKI Jakarta. 2014.

Reply