Cerita Tangan Alergi Deterjen

PerawatanKesehatan.com – Sekedar berbagi pengalaman tentang Alergi yang pernah saya rasakan. Sejak kecil saya memang mempunyai riwayat alergi karena cuaca dingin dan semakin kesini alergi itu hilang sendiri, dan kini malah berganti ke alergi yang lain yaitu alergi deterjen. Awalnya saya tidak menyadari adanya alergi deterjen pada diriku, tetapi suatu ketika saya benar-benar dibikin nangis oleh deterjen tersebut.

Alergi deterjen

Karena kesibukan saya dalam bekerja dan mengurus rumah tangga ternyata suamiku tidak tega bila saya harus mencuci pakaian kami sendiri. Mulai dari mencuci piring hingga mencuci pakaian semuanya diambil alih oleh suami. Saya mengerjakan pekerjaan yang lain seperti bersih-bersih rumah dan memasak.

 

Ketika saya hamil anak yang pertama lalu suami menyuruhku untuk berhenti bekerja karena pada saat itu saya sedang mengalami gangguan kesehatan. Setelah sudah tidak bekerja saya pun berusaha untuk mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga termasuk mencuci pakaian.

Hari itu suamiku masih dalam kondisi berpuasa dan banyak sekali pakaian kotor yang harus dicuci. Saya melihat suamiku sedang tidur nyenyak dan saya tidak tega jika nanti beliau harus bangun lalu mencuci pakaian-pakaian itu. Akhirnya saya berinisiatif untuk mencucinya. Berhubung sudah lama tidak mencuci pakaian dengan deterjen baru (merk lain). Saya merasa ada yang aneh dan berbeda ketika menyentuh deterjen tersebut. Terasa sedikit gatal di sela-sela jari. Karena tidak menghiraukannya, saya tetap melanjutkan hingga akhirnya tiba-tiba tanganku menjadi kaku, panas dan sangat gatal hingga saya menangis karena tak mampu menahan rasa sakitnya. Sehingga saya berteriak memanggil-manggil suamiku. Suamiku bangun dan berlari menghampiriku.
“Ada apa? ” Tanya suamiku.
Saya menjawab “tanganku gatal”.
Spontan suamiku berkata “itu kualat…sudah dibilangin jangan mencuci malah tetap mencuci!”.

Kemudian tanganku dibasuh dengan air bersih dan dikeringkan dengan handuk. Lalu tanganku di cucu dengan alk0hol 75% dan rasa gatalnya juga belum hilang jadi saya menangis kesakitan. Setelah itu suamiku mengoleskan salep (obat golongan kortekosteroid) diseluruh telapak tangan dan jari-jariku. Alhamdulillah lama-lama gatalnya hilang dan sakitnya pun berkurang.

 

Dulu saya berfikir bahwa alergi deterjen itu hanya akan membuat iritasi pada kulit tangan dan kaki, tetapi luar biasa sakitnya. Setelah kejadian itu saya mendapat dua pelajaran penting dalam hidup, yaitu:

  1. Meskipun sebuah pekerjaan mengurus rumah tangga itu sebuah kewajiban seorang istri tetapi kalau suami tidak ridho bila kita kerjakan maka sebaiknya tidak usah kita kerjakan.
  2. Ketika kita sudah mengetahui bahwa dalam tubuh kita terdapat riwayat alergi terhadap sesuatu (misalnya alergi deterjen) maka lebih baik kita menghindar faktor pencetusnya.

 

Demikian pengalaman pribadiku tentang alergi deterjen. Semoga bermanfaat.

2 Comments

  1. FN

Reply