Pengenalan Airway dan Breathing

airway dan breathing

Gambar 1. Lihat, Dengar, dan Rasakan.

PerawatanKesehatan.com –  Airway dan breathing (Jalan nafas dan pernafasan) di mulai dari mulut dan hidung, ke faring (tenggorokan) lalu ke laring (tempat pita suara), trakhea dan percabangan bronkus. Pada peralihan antara faring ke laring terdapat benjolan di bawah lidah yang disebut dengan epiglotis.

Fungsi dari sistem pernafasan (airway dan breathing) adalah untuk mengambil oksigen dari atmosfer ke dalam sel-sel tubuh dan untuk mengangkut karbon dioksida yang dihasilkan sel-sel tubuh kembali ke atmosfer [1].

 

Gangguan Airway dan Breathing.

Sumbatan jalan nafas total dan sebagian merupakan gangguan yang dapat diatasi namun jarang terjadi dan dapat menimbulkan kematian bila tidak mendapatkan penanganan yang benar. Seseorang yang tidak sadarkan diri mudah mengalami sumbatan tersebut baik disebabkan oleh faktor dari dalam tubuh (lidah) maupun dari luar tubuh (benda asing). Pada orang dewasa kasus sumbatan biasanya terjadi pada saat makan. Sedangkan pada bayi atau anak, umumnya terjadi pada saat makan atau sedang bermain walaupun sudah diawasi oleh orang tua atau pengasuh anak.

 

Pengenalan sumbatan jalan nafas karena benda asing merupakan kunci utama untuk mencapai kesuksesan pertolongan, agar penolong dapat membedakan kondisi tersebut antara pingsan, serangan jantung, kejang maupun kondisi lainnya yang dapat menyebabkan gangguan nafas mendadak ataupun penurunan kesadaran. (Baca juga: Cara mengukur skala koma glasgow)

 

Sumbatan yang disebabkan oleh benda asing dapat bersifat ringan atau berat, tergantung dari seberapa besar sumbatan yang terjadi. Tanda-tanda seseorang terkena sumbatan jalan nafas antara lain adalah:

  • Batuk tanpa suara.
  •  Warna kebiruan pada kulit dan selaput lendir.
  • Tidak bisa bicara.
  • Memperagakan cekikan di leher.

 

Bila mengalami tanda-tanda diatas segera tanyakan kepada korban apakah dia tersedak, bila korban menjawab dengan anggukan berarti korban mengalami sumbatan yang berat.

Penentuan adanya jalan nafas yang baik barulah langkah pertama yang penting, langkah kedua adalah memastikan bahwa pertukaran udara cukup. Pertukaran udara dapat terganggu karena sumbatan , tetapi juga dapat terganggu oleh depresi susunan saraf pusat.

Nilai normal pernafasan manusia adalah:

  • Dewasa = 12-20 kali permenit (20).
  • Anak-anak = 15-30 kali permenit (30).
  • Bayi baru lahir = 30-50 kali permenit (40).

Pada orang dewasa dikatakan tidak normal bila pernafasan lebih 30 atau kurang dari 10 kali permenit.

 

Pada umumnya pernafasan dada lebih dominan dibandingkan perut (torakoabdominal). Tetapi pada korban trauma (yang tidak sadar) ditemukan pernafasan perut selalu harus dipikirkan kemungkinan cedera tulang belakang. Sedangkan pada Anak-anak pernafasan perut lebih dominan.

 

Bila jalan nafas sudah baik, belum tentu pernafasan akan baik sehingga perlu dilakukan pemeriksaan apakah pernafasan korban sudah optimal atau belum.

Look, Listen, and Feel (lihat, dengar, dan rasakan) merupakan pemeriksaan pernafasaan yang dapat dilakukan tetapi hanya sebatas untuk mengetahui apakah korban tersebut masih bernafas atau tidak, nafas normal, kurang dari normal atau lebih dari normal, tetapi belum dapat mengetahui gangguan yang mengancam nyawa. Sedangkan untuk mengetahui hal tersebut, kita perlu melakukan penilaian pernafasan. (Baca juga: Cara melakukan penilaian pernafasan).

 

Referensi.

  1. Modul Basic Trauma Cardiac Life Support, Edisi revisi, AGD Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. 2012.

Reply