#3 Cara kematian

PerawatanKesehatan.com – Istilah mati sering dipakai untuk menyatakan berakhirnya proses kehidupan pada seluruh tubuh. Kematian dibagi menjadi 2 jenis yaitu mati klinik dan kematian seluler. Semua bentuk kematian dapat dikelompokkan dalam 3 cara kematian yang utama.

Berikut 3 Cara Kematian yaitu:

1. Sinkop.

Sinkop adalah istilah yang sering dipakai untuk menyatakan kondisi pingsan sementara, contohnya pada kondisi henti jantung. Adapun penyebab sinkop diantaranya adalah:

  • Perdarahan, yaitu kehilangan darah yang banyak akibat dari luka pada pembuluh darah besar atau pada organ tubuh yang mengandung banyak pembuluh darah yang menyebabkan anemia (kekurangan hemoglobin) berat.
  • Syok vaso-vagal, yaitu terdapat rangsangan yang berlebihan pada nervus vagus sehingga menyebabkan henti jantung.
  • Astenia, yaitu keadaan yang disebabkan karena kurangnya tenaga otot jantung untuk berfungsi secara normal. Penyebab utamanya adalah penyakit arteria koroner.

Gejala sinkop diantaranya yaitu:

  • Warna kulit wajah dan bibir pucat.
  • Perasaan semakin lemah dan tertekan.
  • Denyut nadi yang lambat dan lemah.
  • Kejang.
  • Muntah-muntah.
  • Penglihatan semakin gelap.

2. Asfiksia (kekurangan oksigen).

Kematian paling sering disebabkan oleh asfiksia. Asfiksia sendiri disebabkan karena gagal berfungsinya sistem respirasi tubuh. Diantaranya obstruksi mekanik pada saluran pernafasan, penyakit yang menyebabkam gangguan pernafasan, kolaps paru-paru, emboli yang menyumbat aliran darah menuju paru-paru.

Gejala asfiksia diantaranya yaitu:

  • Tampak gelisah dan cemas.
  • Denyut nadi bertambah cepat.
  • Kadar karbon dioksida darah meningkat.
  • Kesadaran menurun.
  • Kejang klonik.
  • Dilatasi pupil.
  • Denyut nadi lemah dan ireguler.

 

3. Koma.
Koma adalah ketidaksadaran yang menyerupai tidur yang dalam disertai dengan terhentinya kegiatan otak. Penyebab koma diantaranya adalah:

  • Trauma pada otak, misalnya karena benturan, tumor otak, patah tulang tengkorak, dan perdarahan subarahnoid.
  • Toksin eksogen, misalnya opium, alk0hol, dan bartiturat.
  • Toksin endogen yang dihasilkan dalam tubuh karena penyakit, misalnya gagal jantung dan penyakit hatu.

Gejala koma diantaranya yaitu:

  • Kondisi stupor (penurunan kesadaran tetapi masih bisa dibangunkan).
  • Hilangnya segala bentuk refleks.
  • Pernafasan lambat.
  • Temperatur suhu tubuh biasanya sedikit di bawah normal (<36○C).

 

Demikian tiga cara kematian dari segi mediko legal.
Semoga bermanfaat. Salam dari Tim Perawatan Kesehatan.

 

Referensi.

  1. Chadha, P. Vijay. Catatan kuliah ilmu forensik & toksikologi (Hand book of forensic medicine Hutauruk; editor, Agnes Kartini. – Jakarta: Widya Medika, 1995.