Demam Dengue Dengan Demam Berdarah Dengue

Demam dengue dan demam berdarah dengue

Nyamuk Aedes albopictus

PerawatanKesehatan.com – Pada umumnya suhu tubuh normal manusia berkisar antara 36,5 ○C – 37,2 ○C. Dapat dikatakan demam apabila suhu tubuh diatas 37,2 ○C. Biasanya suhu tubuh diukur dengan menggunakan termometer air raksa dengan tempat pengambilannya dapat di ketiak, mulut atau anus. Demam terjadi karena reaksi tubuh dalam melakukan pertahanan terhadap serangan bakteri maupun virus contohnya demam dengue (DD), demam berdarah dengue (DBD) maupun demam tifus. Demam akan berakibat fatal jika tidak mendapatkan pengobatan yang tepat.

 

Persamaan Demam Dengue dan DBD.

Demam dengue dan demam berdarah dengue adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue ditandai dengan adanya demam, nyeri otot, nyeri sendi yang disertai berkurangnya sel darah putih, kemerahan pada kulit, pembesaran kelenjar getah bening, penurunan jumlah trombosit (keping darah) dalam darah di bawah batas normal dan kelainan perdarahan [1].

Demam dengue dan DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti betina (dominan) dan Aedes albopictus. Nyamuk betina biasanya mencari mangsa pada waktu siang hari dan menggigit pada waktu pagi hingga petang (pukul 09.00 – 17.00). Pada umumnya pasien akan mengalami tahap demam selama 2-7 hari, yang diikuti oleh tahap kritis selama 2-3 hari. Masa penularan virus dengue masuk ke dalam tubuh manusia sekitar 4-6 hari dengan rentang waktu 3-14 hari, akan muncul gejala awal yang tidak khas seperti nyeri kepala, nyeri tulang belakang, dan perasaan lelah. Tetapi pada pasien yang mengalami gejala yang tidak khas akan mempersulit kita dalam mendeteksi adanya serangan infeksi virus dengue.

 

Perbedaan Demam dengue dan DBD.

Demam dengue (DD) merupakan penyakit demam akut selama 2-7 hari, dengan gejala awal seperti nyeri kepala, kemerahan pada kulit, bintik merah kecil di kulit, dan kekurangan sel darah putih. Sedangkan pada demam berdarah dengue (DBD) menurut organisasi kesehatan dunia (WHO), 1997 pasien mengalami demam atau pernah demam sebelumnya 2-7 hari, biasa dengan 2 episode yang berbeda. Selain itu terdapat salah satu gejala perdarahan seperti uji bendung positif, bintik merah kecil, perdarahan gusi, muntah darah, berak darah dan jumlah trombosit (keping darah)  < 100.000/ul. Selain itu terdapat salah satu tanda-tanda kebocoran plasma yaitu efusi pleura (penumpukan cairan di dada), asistes (penumpukan cairan di rongga perut), hipoproteinemia (menurunnya jumlah protein dalam darah), dan peningkatan maupun penurunan himatrokit (perbandingan sel darah merah terhadap volume darah).

Dari keterangan diatas dapat disimpulkan bahwa perbedaan utama antara demam dengue dengan demam berdarah dengue adalah hanya pada DBD ditemukan adanya kebocoran plasma.

Referensi.

  1. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi ke 4 Jilid 1, Jakarta: Balai Penerbit FKUI, 2006.

Baca juga selanjutnya: Datangi rumah sakit, beresiko terkena infeksi nosokomial.

Reply