Diabetes Melitus (Penyakit Kencing Manis)

PerawatanKesehatan.com – Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya telah merumuskan bahwa penyakit kencing manis atau diabetes melitus (DM) adalah sesuatu yang tak bisa diungkapkan hanya dengan satu jawaban yang jelas dan singkat. Tetapi, secara umum istilah DM dapat dikatakan sebagai suatu kumpulan masalah anatomik dan kimiawi akibat dari sejumlah faktor yang di mana di dapat kekurangan hormon insulin yang absolut (mutlak) atau relatif dan gangguan fungsi insulin [1]. Dalam menegakkan diagnosis dan klasifikasi diabetes melitus (DM) terus menerus terjadi perubahan baik dilakukan oleh WHO maupun ADA (Asosiasi Diabetes Amerika). Di Indonesia melalui PERKENI (Perkumpulan Endokrinologi Indonesia) tahun 1993, para pakar bersepakat untuk membicarakan standar pengelolaan diabetes melitus, yang kemudian juga melakukan revisi kesepakatan bersama tersebut pada tahun 1998 dan 2002 yang telah disesuaikan dengan perkembangan baru.

 

Dalam menegakkan penyakit diabetes melitus (DM), maka harus berdasarkan atas pemeriksaan kadar gula darah. Dan dalam menentukan penyakit DM harus diperhatikan asal bahan darah yang diambil serta cara pemeriksaan yang dipakai. Pemeriksaan DM yang dianjurkan adalah pemeriksaan gula dengan cara enzimatik dengan bahan plasma darah vena yang dilakukan di laboratorium klinik terpercaya.

Kencing manis (diabetes melitus)

 

Pemeriksaan Penyaring dan Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO).

Berikut beberapa kelompok yang perlu dilakukan pemeriksaan penyaring dengan salah satu resiko diabetes melitus adalah sebagai berikut:

  • Berusia lebih dari 45 tahun.
  • Berat badan lebih: BBR lebih 110%, BB idaman berdasarkan Indeks massa tubuh (IMT) 23 kg/m^2.
  • Tekanan darah tinggi lebih atau sama dengan 140/90 mmHg.
  • Keluarga memiliki riwayat penyakit diabetes melitus (keturunan).
  • Memiliki riwayat keguguran yang berulang.
  • Pernah melahirkan bayi cacat atau berat badan lahir bayi lebih dari 4000 gram.
  • Kolesterol HDL (baik) kurang atau sama dengan 35 mg/dl dan atau disertai trigliserida (lemak utama) lebih dari atau sama dengan 250 mg/dl.

Pemeriksaan penyaring ini digunakan untuk menjaring penderita kencing manis (DM), toleransi gula terganggu (TGT), dan gula darah puasa terganggu (GDPT), sehingga dapat ditentukan penanganan yang tepat pada mereka.

 

Dalam melakukan pemeriksaan penyaring dapat dilakukan melalui pemeriksaan kadar gula darah sewaktu (GDS) atau kadar gula darah puasa, lalu diikuti dengan tes toleransi gula oral (TTGO) standar.

Kadar gula darah Bahan bukan DM belum pasti DM DM
Sewaktu

(mg/dl).

  • Plasma vena.
  • Darah kapiler.
  • <110
  •  <90
  •  110-199
  • 90-199
  •  >200
  •  >200
Puasa

(mg/dl).

  • Plasma vena.
  • Darah kapiler.
  •  <110
  • <90
  •  110-125
  • 90-109
  •  >126
  • >110

Tabel 1. Kadar gula darah sewaktu dan puasa sebagai patokan pemeriksaan penyaring dan untuk menegakkan diagnosis diabetes melitus.

 

Seseorang dapat dikatakan terkena diabetes melitus atau memiliki gangguan gula dalam tubuhnya, bila terdapat salah satu kriteria berikut ini:

  • Kadar gula darah sewaktu (plasma darah) 200 mg/dl.
  • kadar gula darah puasa 126 mg/dl.
  • Kadar gula plasma 200 mg/dl pada 2 jam setelah beban gula 75 gram pada TTGO.

Persiapan dan Cara melakukan pemeriksaan TTGO adalah:

  1. Tiga hari sebelum melakukan pemeriksaan makan seperti biasa (karbohidrat cukup). Sedangkan kegiatan fisik dilakukan seperti hari-hari biasa.
  2. Puasa paling sedikit 8 jam, dimulai sejak malam hari sebelum dilakukan pemeriksaan TTGO (boleh minum air putih).
  3. Kadar gula darah puasa diperiksa.
  4. Diberikan gula 75 gr (orang dewasa) atau 1,75 gr perKgBB (anak-anak), dilarutkan dalam air 250 ml dan diminum dalam waktu 5 menit.
  5. Kadar gula darah 2 jam diperiksa sesudah diberikan beban gula.
  6. Selama proses pemeriksaan, seseorang yang diperiksa harus tetap istirahat dan tidak boleh mer0kok.

 

Klasifisikasi Diabetes Melitus.

Klasifikasi berdasarkan penyebab diabetes melitus (DM) menurut asosiasi diabetes amerika (ADA), tahun 2005 adalah;

  1. DM tipe 1. (melalui proses imunologik, dan idiopatik).
  2. DM tipe 2.
  3. DM tipe lain. (defek genetik fungsi sel beta, defek genetik kerja insulin, penyakit eksokrin pankreas, endokrinopati, karena obat/zat kimia, infeksi, imunologi, dan sindrom genetik lain).
  4. Diabetes kehamilan.

 

Referensi.

  1. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi ke 4, Jilid ke 3. Jakarta. Balai Penerbit FKUI.

Baca juga: Penyakit jantung pada kehamilan.

Reply