Gejala dan Tanda Kehamilan

PerawatanKesehatan.com – Gejala dan tanda kehamilan dibedakan menjadi dua, yaitu dapat bersifat objektif dan subjektif.

 

Tanda Kehamilan bersifat Subjektif adalah:

1. Amenorea.

Amenorea juga dapat disebabkan bukan karena kehamilan, misalnya karena kondisi tertentu seperti penyakit yang melemahkan daya tahan tubuh (tb paru dan anemia berat), gangguan emosional, gangguan endokrin (hipotiroidisme), takut akan kehamilan (takut akan kehamilan karena melakukan hubungan badan secara gelap), penderita infertil (kemandulan) yang ingin hamil, dan amenorea laktasi.

Haid pada saat kehamilan sangat jarang terjadi tetapi tidak menutup kemungkinan akan terjadi pada awal kehamilan yang disebabkan karena tidak sempurnanya penyatuan desidua vera dengan desidua kapsularis.

2. Morning sickness (mual dan muntah pada pagi hari).

Kondisi ini tidak dapat terlalu diandalkan untuk menentukan kehamilan.

3. Mengidam makanan tertentu ketika hamil, berkurangnya nafsu makan, dan frekuensi berkemih meningkat. Mungkin ini akan dialami oleh wanita pada usia kehamilan 12 minggu pertama.

4. Gerakan janin, yaitu seorang wanita pertama kalinya merasakan gerakan janin dalam kandungannya. Hal ini biasanya mulai dirasakan pada kehamilan minggu ke 16-18.
Ingat !! Tanda gejala diatas tidak dapat menjadi tanda pasti kehamilan.

 

Tanda Kehamilan bersifat Objektif adalah:

1. Perubahan bentuk buah dada.

  • Ukurannya bertambah besar dan sedikit nyeri.
  • Putting susu menonjol dan terlihat munculnya ar30la sekunder.
  • Pada buah dada terlihat gambaran vena superfisial.
  • Keluarnya cairan jernih dari buah dada (biasanya pada kehamilan 3 bulan).
    Terlihat adanya stria buah dada (biasanya pada trimester kedua).

2. Perubahan bentuk Mrs. V.

Mrs. V menjadi lebih lunak dan warnanya kebiruan (dikenal dengan istilah tanda Jacqu3imer. Pada Mrs. V juga dapat diraba adanya pulsasi.

3. Perubahan bentuk s3rviks.

Bibir s3rviks menjadi lebih lunak.
4. Pembesaran uterus.
Pembesaran uterus dapat diraba mulai dari kehamilan 12 minggu.

  • Pada usia kehamilan 16 minggu, tinggi fundus uterus (TFU) pada pertengahan antara simfisis pub¡s dengan umbilikus.
  • Pada usia kehamilan 20 minggu, TFU satu jari dibawah umbilikus.
  • Pada usia kehamilan 22 minggu, TFU tepat pada umbilikus.
  • Pada usia kehamilan 25 minggu, TFU satu jari diatas umbilikus.

Pembesaran uterus ini dapat juga disebabkan karena beberapa penyakit seperti kista ovarium, tumor, asites, dan tumor uterus.

5. Kontraksi uterus intermiten.

Kontraksi ini berlangsung terus selama kehamilan dan tidak nyeri. Pada awal kehamilan, kondisi ini dapat diketahui dengan melalui pemeriksaan bimanual dengan cermat (tanda palmar).

6. Pigmentasi kulit.
Hiperpigmentasi terdapat pada bagian perut dan ketiak.

7. Bising uterus.
Dengan pemeriksaan auskultasi pada lateral uterus maka akan terdengar bising murmur yang halus, yaitu berasal dari arteri uteria.

Bising uterus seirama dengan denyut nadi ibu. Selain itu bising ini juga dapat ditemukan pada tumor vaskuler (fibromioma uteri).

8. Balotemen uterus.
Tanda balotemen ini biasanya mulai ada pada bulan ke empat.

9. Pemeriksaan tes kehamilan.
Pemeriksaan ini berguna untuk mendeteksi kehamilan secara dini. Sekarang ini tes kehamilan lebih sering menggunakan metode imunologi, yaitu berdasarkan kadar hormon hCG (human chorioric gonadotropin) pada wanita hamil.

10. Gerakan janin yang teraba melalui perut.

11. Terdapat bunyi jantung janin.

12. Pemeriksaan sinar X menunjukkan adanya tulang rangka janin.

13. Pemeriksaan dengan alat ultra sound menunjukkan adanya janin di dalam kandungan.

Empat pertanda yang disebutkan terakhir adalah tanda pasti kehamilan.

 

Referensi.

  1. Chadha, P. Vijay. Catatan kuliah ilmu forensik & toksikologi (Hand book of forensic medicine Hutauruk; editor, Agnes Kartini. – Jakarta: Widya Medika, 1995.

Reply