Pilih Imunisasi DPT di Bidan atau Dokter Spesialis Anak

Ilustrasi bayi yang akan di imunisasi DPT

Ilustrasi bayi yang akan diberikan imunisasi DPT © a3/perawatankesehatan.com

Dear Sejawat se-tanah air, Imunisasi DPT tak sekedar memberikan vaksin untuk kekebalan tubuh bayi atau anak terhadap penyakit difteri (penyumbatan jalan nafas), batuk rejan (batuk 100 hari, dan tetanus. Imunisasi juga ternyata dapat mengingatkan orang tua bahwa kesehatan itu lebih penting dari segalanya. Misalnya tak jarang orang tua yang memilih untuk memberikan vaksin DPT impor yang tidak menyebabkan demam pada anaknya meskipun memiliki harga yang mahal.

 

Pengertian DPT

DPT adalah singkatan dari defteri, pertusis, dan tetanus. Penyakit difteri, pertusis, dan tetanus adalah tiga penyakit berbeda yang masing-masing memiliki resiko tinggi dan bahkan dapat menyebabkan kematian. Tetapi, sebelum memberikan imunisasi pada anak sebaiknya orang tua mengetahui lebih lanjut informasi seputar pemberian imunisasi dan efek samping yang mungkin terjadi.

 

Jadwal Imunisasi DPT

Dalam Buku Kesehatan Ibu dan Anak, KEMENKES RI. 2014 menjelaskan bahwa jadwal imunisasi DPT dasar diberikan tiga kali, yaitu:

  • Imunisasi DPT 1 pada saat bayi berumur 2 bulan.
  • Imunisasi DPT 2 pada saat bayi berumur 3 bulan.
  • Imunisasi DPT 3 pada saat bayi berumur 4 bulan.

Sedangkan imunisasi DPT ulangan diberikan sebanyak dua kali, yaitu:

  • Imunisasi DPT ulangan 1 pada saat anak berumur 18 bulan (1.5 tahun).
  • Imunisasi DPT ulangan 2 pada saat anak berumur 5 tahun.

Menurut ikatan dokter spesialis anak, dikutip dari IDAI, bayi atau anak sedang mengalami batuk pilek ringan tanpa demam boleh diimunisasi, kecuali bila bayi atau anak sangat rewel, imunisasi dapat ditunda 1 – 2 minggu kemudian. Jadi, bagi orang tua perlu mengingat bahwa batuk pilek bukan alasan untuk tidak memberikan imunisasi terhadap anaknya.

 

Efek Samping DPT

Imunisasi DPT (defteri, pertusis, tetanus) kerap menimbulkan demam pada anak. Menurut Kepala Divisi Tumbuh Kembang Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Profesor dr Kusnandi Rusmil, Sp.A (K) dikutip Kompas, demam disebabkan oleh kandungan pertusis pada vaksin DPT jenis whole cell. Istilah whole cell artinya pembuatan vaksin menggunakan seluruh sel kuman yang telah dilemahkan. Akibatnya, anak beresiko demam hingga kejang demam, Karena suhu tubuh terlalu tinggi.

Selain itu, menurut dr Arief priambodo, M.Kes Sp.A (K) dari RS Bayukarta Karawang, Perbedaan vaksin terdapat pada kandungan dan metode pembuatannya. Pada vaksin DPT jenis aseluler hanya beresiko demam yang ringan.

Vaksin DPT aseluler belum diproduksi di Indonesia dan yang ada merupakan produk impor, sedangkan vaksin yang digunakan dalam program imunisasi nasional oleh pemerintah adalah vaksin whole cell yang diproduksi oleh PT. Bio Farma (Persero) di L. Pasteur No. 28 Bandung 40161 – Jawa Barat. Dengan perbedaan kandungan vaksin dan metode pembuatannya, vaksin DPT aseluler memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan vaksin DPT whole cell.

Cara Mengurangi panas akibat imunisasi DPT, yaitu:

  • Memberi obat Pereda demam 2 – 3 hari sebelum imunisasi dilakukan.
  • Bila anak demam, berikan obat Pereda demam.
  • Hendaklah imunisasi DPT diberikan pada saat tubuh anak dalam kondisi sehat.

Untuk itu, bagi orang tua yang bingung mau pilih imunisasi ke bidan atau dokter spesialis anak tentukan terlebih dahulu jenis vaksin DPT manakah yang akan diberikan kepada anaknya. Umumnya, vaksin DPT di bidan yang digunakan adalah vaksin jenis whole cell. Sedangkan vaksin DPT impor di sediakan di dokter spesialis anak di Rumah Sakit Swasta. Dan perlu diketahui bahwa baik vaksin DPT jenis whole cell atau aseluler kemampuan untuk membuat kekebalan tubuh bayi atau anak terhadap penyakit tersebut pun sama baiknya.

Langkah awal orang tua yang sayang terhadap anaknya yaitu dengan memberikan imunisasi dasar lengkap sesuai jadwal di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Dan seperti biasa, Terima kasih. Salam dari Tim Perawatan Kesehatan.

Reply