Kehamilan Diluar Kandungan (Ektopik)

PerawatanKesehatan.com – Kehamilan diluar kandungan atau ektopik adalah suatu kehamilan yang pertumbuhan sel telur yang telah dibuahi tidak menempel pada dinding endometrium kavum uteri. Lebih dari 95% kehamilan diluar kandungan berada di saluran telur (tuba fallopii)[1].

Patofisiologi Kehamilan diluar Kandungan (Ektopik).

Terjadinya kehamilan ektopik tersering karena sel telur yang sudah dibuahi dalam perjalanannya menuju endometrium tersendat sehingga embrio sudah berkembang sebelum mencapai kavum uteri dan akibatnya akan tumbuh diluar rongga rahim. Bila kemudian tempat nidasi tersebut tidak dapat menyesuaikan diri dengan besarnya buah kehamilan, akan terjadi ruptura dan menjadi kehamilan ektopik terganggu.

Berdasarkan lokasi terjadinya, kehamilan diluar kandungan (ektopik) dapat dibagi menjadi 5, yaitu:

  1. Kehamilan tuba meliputi ; pars ampularis, pars ismika, pars fimbriae, dan pars interstisialis.
  2. Kehamilan ektopik lain antara lain terjadi di serviks uterus, ovarium atau abdominal.
  3. Kehamilan intraligamenter jumlahnya sangat sedikit sekali.
  4. Kehamilan heterotopik , merupakan kehamilan ganda dimana satu janin berada di cavum uteri sedangkan yang lain merupakan kehamilan ektopik. Kejadian sekitar satu per 15.000 – 40.000 kehamilan.
  5. Kehamilan ektopik bilateral , kehamilan ini sangat jarang sekali terjadi.

Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya hambatan dalam nidasi embrio ke endometrium sehingga menyebabkan terjadinya kehamilan diluar kandungan (ektopik) adalah sebagai berikut :

Faktor tuba.

  • Adanya peradangan atau infeksi pada tuba menyebabkan lumen tuba penyempit atau buntu.
  • Faktor tuba yang lain adalah adanya kelainan endometriosis tuba atau divertikel saluran tuba yang bersifat kongenital.
  • Adanya tumor disekitar saluran tuba misalnya mioma uteri atau tumor ovarium yang menyebabkan perubahan bentuk dan patensi tuba , juga dapat menjadi etiologi kegamilan ektopik.
Faktor abnormalitas dari zigot.
  • Apabila tumbuh terlalu cepat atau tumbuh dengan ukuran besar, maka zigot akan tersendat dalam perjalanan pada saat melalui tuba, kemudian terhenti dan tumbuh disaluran tuba.
Faktor ovarium.
  • Bila ovarium memproduksi ovum dan ditangkap oleh tuba yang kontralateral, dapat membutuhkan proses khusus atau waktu yang lebih panjang sehingga kemungkinan terjadinya kehamilan ektopik lebih besar.
Faktor hormonal.
  • Pada akseptor, pil KB yang hanya mengandung progesteron dapat mengakibatkan gerakan tuba melabat. Apabila terjadi pembuahan dapat menyebabkan terjadinya kehamilan ektopik.
Faktor lain.
  • Pemakai IUD dimana proses peradangan yang dapat timbul pada endometrium dan endosalping dapat menyebabkan terjadinya kehamilan ektopik. faktor usia penderita yang sudah terlalu tua dan faktor perokok juga sering dihubungkan dengan terjadinya kehamilan ektopik.

Pengelolaan Kehamilan diluar Kandungan (Ektopik).

Penanganan kehamilan ektopik pada umumnya adalah laparatomi.
Kehamilan diluar kandungan (ektopik)

Ilustrasi laparatomi.

Dalam tindakan demikian, beberapa hal harus diperhatikan dan di pertimbangkan yaitu: kondisi penderita saat itu, keinginan penderita akan fungsi reproduksinya, lokasi kehamilan ektopik, kondisi anatomik organ pelvis, kemampuan teknik bedah mikro dokter operator dan kemampuan teknologi fertilisasi invitro setempat.

Referensi.

  1. Ilmu Kebidanan. Sarwono Prawirohardjo. Abdul Bari Saifuddin (Editor utama). Trijatmo Rachimhadhi, Gulardi H Wiknjosastra (ed). Edisi ke empat. Cetakan ke satu. Jakarta: PT. Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. 2009.

Reply