Waspadai Malaria Pada Kehamilan

malaria pada kehamilan

PerawatanKesehatan.com – Malaria berasal dari bahasa italia (mala + aria) yang berarti udara yang jelek. Pengertian malaria adalah penyakit infeksi parasit disebabkan oleh plasmodium yang menyerang eritrosit (sel darah merah) yang ditandai dengan ditemukannya bentuk sel tunggal di dalam darah [1]. Tahun 1880, Laveran membuktikan bahwa malaria disebabkan oleh adanya parasit di dalam sel darah merah, dan kemudian Ross membuktikan bahwa media penularannya melalui nyamuk. Nyamuk Anopheles betina merupakan salah satu penyebab penyebaran malaria pada kehamilan.

 

Di beberapa negara di dunia termasuk Indonesia, penyakit malaria pada kehamilan masih merupakan masalah utama penyebab kematian ibu. Jenis parasit yang dapat menumpang pada tubuh wanita hamil yaitu plasmodium falsiparum. Malaria pada wanita hamil lebih sering dijumpai pada kehamilan trimester pertama, kedua dan sesudah melahirkan (masa nifas) dibandingkan dengan wanita yang tidak hamil. Hal ini disebabkan karena penurunan kekebalan tubuh selama kehamilan.

 

Beberapa faktor yang menyebabkan turunnya kekebalan tubuh pada wanita hamil diantaranya adalah perubahan secara fisiologi, perubahan hormon, dan penurunan limfosit (salah satu jenis sel darah putih). Kondisi ini yang menyebabkan kemudahan terjadinya infeksi malaria pada kehamilan wanita. Ibu hamil penderita malaria beresiko membahayakan janin dalam kandungannya. Ia lebih rentan memicu gangguan kesehatan pada bayinya seiring dengan turunnya kekebalan pada saat kehamilan.

 

Bahaya Malaria Pada Kehamilan Bagi Bayi Baru Lahir.

Penyakit infeksi malaria dapat menyebabkan terjadinya bayi lahir prematur, berat bayi lahir rendah (BBLR), kematian janin dalam rahim, lahir mati, dan sering mendapatkan infeksi malaria bawaan dari ibunya saat lahir (congenital). Bahkan dalam beberapa kasus, malaria pada kehamilan menyebabkan keguguran. Hal ini terjadi karena terdapat malaria pada plasenta (ari-ari) yang dimana mengakibatkan gangguan nutrisi makanan pada janin dan diperberat bila terjadi anemia (penurunan sel darah merah).

 

Oleh karena itu, perlu tindakan menurunkan suhu penderita malaria pada kehamilan sangatlah penting untuk mencegah kematian janin dan peningkatan aktifitas rahim. Bila wanita hamil mengalami gejala infeksi malaria seperti sakit kepala, menggigil, demam, lesu, perasaan dingin, diare dan mual disertai muntah maka dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter agar dilakukan pemeriksaan medis dan mendapat obat pencegahan terhadap penyakit malaria pada kehamilan ini.

 

Referensi.

  1. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Edisi ke-4, Jilid ke-3, Jakarta: Balai Penerbit FKUI.

 

Artikel Rekomendasi:

Reply