Menentukan Usia Kehamilan

PerawatanKesehatan.com – Hai bunda…Kami ucapkan selamat ya atas kehamilannya, semoga pertumbuhan dan perkembangan dedek di dalam kandungan senantiasa dalam batas normal sesuai harapan orangtuanya, dan semoga bunda dan si dedek yang ada di dalam perut sehat- sehat selalu sampai proses persalinan tiba dan yang terpenting semoga selalu dalam lindungan Allah s.w.t

Disini kami Tim perawatan kesehatan akan berbagi sedikit ilmu tentang bagaimana cara mengetahui usia kehamilan. Usia kehamilan dapat diketahui melalui beberapa petunjuk yaitu:

 Cara Menentukan Usia Kehamilan.

 

1. Metode HPHT.
yang pertama kita dapat menghitung usia kehamilan yang saat ini kita jalani dengan menggunakan HPHT yaitu menentukan dulu “hari pertama haid terakhir” dari situ kita bisa menghitung berapa usia kehamilan anda. Misalnya anda haid tanggal 7 januari dan selesai tanggal 14 januari setelah itu anda tidak haid sampai tanggal 20 februari otomatis anda penasaran dan akan segera melakukan pemeriksaan plano test atau yang lebih sering disebut pemeriksaan PP test dengan menggunakan sampel air kencing anda, nah jika terdapat 2 garis merah sudah bisa di simpulkan kalau kemungkinan anda hamil. tapi masih penasaran kira- kira berapa ya usianya sangat gampang sekali kita bisa menghitungnya dari hari pertama haid terakhir anda yaitu dari tanggal 7 januari sampai ke tanggal 20 februari ada berapa minggu ya? kita bisa ngintip ke kalender, dan ternyata usia kehamilan anda sudah 6 minggu lebih 2 hari.

2. Pemeriksaan leopod dan palpasi fundus.
Pemeriksaan tinggi fundus (puncak rahim) dapat juga dilakukan untuk mengetahui usia kehamilan anda, namun kalau untuk pemeriksaan ini hanya dapat dilakukan oleh bidan atau dokter spesialis kebidanan & kandungan (Sp.OG), karena teori dan cara pemeriksaan leopod ini hanya mereka yang mengetahui. Jadi anda tidak bisa melakukannya sendiri maka dari itu ketika sudah diketahui positif hamil tidak ada salahnya jika anda segera memeriksakan kehamilan anda ke bidan atau dokter spesialis kebidanan & kandungan terdekat.
Ketika berkunjung ke dokter atau bidan sebaiknya ibu hamil bersikap terbuka memberikan riwayat kesehatan pada dokter atau bidan agar bila terjadi masalah yang berhubungan dengan ibu dan janin, dokter atau bidan dapat mengambil langkah yang tepat untuk mengatasi hal tersebut.

3. Pemeriksaan ultrasonografi (USG).
Melalui peneriksaan USG (Ultrasonografi) biasanya lebih tepat dan akurat untuk mengetahui usia kehamilan karena dari pemeriksaan USG usia kehamilan dapat di tentukan dengan mengukur tinggi badan janin, berat janin, lingkar kepala dan melihat organ2 apa saja yang sudah tebentuk sehingga penentuan usia lebih mudah dan akurat. Selain untuk menentukan usia kehamilan dengan pemeriksaan USG anda juga dapat melihat dan mendengar detak jantung janin anda, jenis kelamin janin anda, banyaknya air ketuban, plasenta dan masih banyak yang lainnya seputar janin anda. Sehingga kami sarankan jangan lupa untuk pemeriksaan kehamilan dan USG pilihlah Dokter terbaik, memilih dokter kandungan atau bidan yang akan menjadi teman diskusi anda selama 40 minggu (9 bulan) kehamilan haruslah cermat.

Pilihlah dokter atau bidan yang cukup berpengalaman, kompeten, komunikatif dan punya wawasan yang memadai. Selain itu, ia juga harus mendukung program IMD (Inisiasi Menyusui Dini). Pemberian ASI ekslusif dan tidak cepat mengambil keputusan untuk mengakhiri persalinan secara Caesar. Agar tidak merepotkan terutama saat keadaan darurat kita juga harus memperhitungkan jarak rumah dengan jarak rumah bersalin atau tempat prakter dokter yang anda pilih.

Dengan mengetahui usia kehamilan maka dapat di ketahui juga kapan perkiraan waktu persalinan. Sehingga anda dapat mempersiapkan persalinan sematang mungkin dengan menyiapkan mental , fisik, perlengkapan bayi dan ibu , serta mempersiapkan biaya persalinan dan menentukan tempat bersalin manakah yang anda pilih untuk membantu proses persalinan anda.

Selain 3 pemeriksaan diatas ada juga beberapa tes kesehatan yang juga disarankan untuk dilakukan oleh ibu hamil diantaranya adalah:
  1. Pemeriksaan Pap Smear, berguna untuk mendeteksi diagnosis dini dalam menentukan ada atau tidaknya sel-sel pra kanker dan penyakit- penyakit lainnya. Lendir rahim akan diambil dan diperiksa di laboratorium.
  2. TORCH (Toksoplasma, Rubella, Cytomegalovirus, Herpes) tes ini dilakukan melalui pemeriksaan darah dengan mengukur  titer (takaran konsentrasi) IgG,IgM, atau keduanya.
  3. Tuberculosis (TBC) tes tuberculosis dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya firus tuberculosis dalam tubuh ibu hamil karena jika ada itu sangat berbahaya bagi kehamilan dan harus segera di atasi. Tes tuberculosis sebaiknya dilakukan pada ibu hamil terutama yang tinggal di daerah pengidap TBC atau sering berdekatan dengan penderita TBC.

Referensi.

  1. Rusmalia M. Salman. 30 perubahan selama hamil: menghilangkan kecemasan saat persalinan dan komplikasi kehamilan/ Rusmalia B. Salman. Jakarta: Penerbit Pustaka Kemang, 2016.

Baca juga: Mengenali Gerakan Janin di Usia Kehamilan