Mioma Dalam Kehamilan

mioma uteri dalam kehamilan

PerawatanKesehatan.com – Mioma mungkin menurunkan kemampuan alami untuk memberikan keturunan (fertilitas) tapi tidak jarang kita melihat kasus mioma bahkan mioma yang besar disertai dengan kehamilan dan persalinan yang normal. Maka dari itu jika tidak ada sebab-sebab kemandulan lainnya dapat dilakukan miomektomi (operasi untuk mengangkat tumor jinak/mioma uteri) untuk memperbesar kemungkinan terjadinya kehamilan.

Angka kehamilan setelah dilakukannya miomektomi adalah 25 -40%. Berhasil atau tidaknya miomektomi tergantung pada faktor sebagai berikut:

  1. Besarnya mioma.
  2. Apakah tumornya solitair atau multiple
  3. Lokalisasinya dalam hubungan dengan comu dan endometrium.

Walaupun miomektomi tidak sering dilakukan sebagai pengobatan mioma , taapi terapi ini masih memiliki tempat bagi Wanita- wanita yang masih ingin mempunyai keturunan (Anak).

 

Pengaruh Mioma Uteri pada Kehamilan.

  • Kemungkinan terjadinya keguguran lebih besar .
  • Dapat menimbulkan kelainan letak.
  • Dapat menyebabkap plasenta previa dan plasenta akreta.
  • Dapat menyebabkan inersia uteri (kelainan kontraksi saat melahirkan).
  • Jika letaknya berada di dekat leher rahim, maka dapat menghalangi jalan lahir.
  • Dapat menyebabkan perdarahan setelah persalinan.

 

Pengaruh Kehamilan pada Mioma.

  • Mioma pada umumnya akan membesar dalam kehamilan.
  • Dapat terjadi komplikasi seperti degenerasi merah karena gangguan peredaran darah yang menimbulkan nyeri pada perut bagian bawah disertai demam dan leukositosis (sel darah putih tinggi).

 

Terapi Mioma dengan Kehamilan.

Sebisa mungkin diambil sikap konservatif karena miomektomi pada kehamilan sangat berbahaya dapat menyababkan perdarahan hebat dan juga dapat menimbulkan keguguran. Operasi terpaksa dilakukan kalau ada penyulit-penyulit yang dapat menimbulkan gejala akut atau mungkin mioma sangat besar. Jika mioma menghalangi jalan lahir dilakukan operasi sesar disusul dengan histerektomi tetapi jika akan dilakukan enucleasi lebih baik dilakukan sampai sesudah masa nifas.
Diagnosa dapat ditegakkan dengan melakukan pemeriksaan :

1. Palpasi abdomen.
kadang adanya myoma dapat diduga dengan pemeriksaan luar, sebagai tumor yang keras, bentuk tidak teratur , gerakan bebas dan tidak sakit. letak tumor biasanya ditengah – tengah abdomen.
2. pemeriksaan bimanual.
dilakukan bila pemeriksaan belum jelas , terutama pada wanita gemuk dan nerveus. dan  kadang- kadang perlu anaesthesi.
3. histerografi atau histeroskopi.
4. sondage : dilakukan apabila kavum uteri besar dan tidak rata.

 

Referensi.

  1. Ginekologi. Bagian Obstetri & Ginekologi FK Universitas Padjadjaran Bandung. Bandung: Elstar Offset. 1981.

Reply