Mioma Uteri (Tumor Otot Rahim)

PerawatanKesehatan.com – Mioma uteri merupakan jenis tumor rahim yang sering dijumpai di indonesia. Diperkirakan  20% Wanita berusia 35 tahun menderita mioma uteri , dan biasanya tidak disertai gejala – gejalanya. Myoma uteri tidak pernah terjadi pada Wanita yang sudah mengalami menopause (episode terakhir haid), bahkan yang telah. Adapun biasanya mioma akan mengecil bila mendekati menopause. tapi harus difikirkan kemungkinan terjadinya degenerasi maligna ( sarkoma).
Mioma biasanya di cervical dan corporal , namun diservical biasanya lebih jarang. Tetapi tidak menutup kemungkinan bila ukuran mencapai besar dapat menekan kandung kencing dan menyebabkan gangguan miksi. Secara teknik untuk operasinya lebih sukar.

 

Berdasarkan posisi mioma dapat dibagi dalam 3 jenis, yaitu:

1. mioma submucosa : 5 %
Tumbuhnya tepat dibawah endometrium paling sering menyebabkan perdarahan yang banyak sehingga memerlukan pengangkatan rahim dengan metode pembedahan (histerektomi) walaupun ukurannya masih kecil. adanya mioma dapat dirasakan sebagai “curet bump” (benjolan waktu curet).

Kemungkinan terjadinya degenerasi sarcoma juga lebih besar pada jenis ini. sering mempunyai tangkai yang panjang sehingga dapat menonjol melalui leher rahim atau Va9ina yang disebut sebagai mioma submucosa bertangkai.
2. Interstitial atau intramual.
Terletak pada miometrium kalau ukurannya besar dapat menyebabkan pembesaran rahim dan berbonjol- bonjol.
3. Subserosa atau subperitoneal.
Letaknya dibawah tunica serosa kadang-kadang vena yang ada dipermukaan pecah dan menyebabkan perdarahan intraabdominal.

 

Gejala-Gejala Mioma Uteri.

Adanya mioma tidak selalu memberikan gejala, berikut beberapagejala yang mungkin terjadi antara lain :

  1. Tumor masa diperut bawah.
  2. Perdarahan.
  3. Nyeri.
  4. kibat tekanan = presure effect

Gejala- gejala skunder.

  • Anemia (kekurangan Hb).
  • Lemah.
  • Pusing- pusing.
  • Sesak nafas.
  • Fibroid heart.
  • Erythrocytosis pd mioma yg besar.

 

Terapi.

1. konservatif dengan pemeriksaan periodik.
Bila seorang Wanita dengan mioma mencapai menopause , biasanya tidak mengalami keluhan bahkan dapat mengecil. Oleh karena itu sebaiknya mioma pada Wanita premenopause tanpa gejala hanya diobservasi saja . Tetapi bila mioma seukuran dengan ukuran kehamilan 12 – 14 minggu apalagi disertai dengan pertumbuhan yang cepat maka sebaiknya dioperasi , walaupun tidak ada gejala atau keluhan.
2.Radioterapi.
Radioterapi ialah untuk menghentikan perdarahan dan hanya dapat dilakuakan dengan syarat dan ketentuan dibawah :

  • Hanya dilakukan pada wanita yang tidak dapat dioperasi (bad risk patient).
  • Rahim harus lebih kecil dari ukuran kehamilan 3 bulan.
  • Tidak diserta radang pelvis.

Jenis- jenis radioterapi.

  • Radium dalam vacum uteri.
  • X- ray pada ovaria ( castrasi ).

 

3. Operasi.
Miomektomi dilakukan apabila masih diinginkan keturunan. Syaratnya dilakukan kuretase dulu untuk menghilangkan kemungkinan keganasan.
Kerugian dari tindakan miomektomi antara lain:

  • Melemahkan dinding rahim.
  • Rupture uteri pada waktu hamil.
  • Menyebabkan perlekatan dan residif (menahun & mudah kambuh).

operasi pengangkatan mioma uteri

Selain miomektomi dapat juga dengan histrektomi yaitu dilakukan pada mioma yang besar dan multipel. Pada Wanita muda sebaiknya ditinggalkan 1 atau kedua indung telur tujuannya untuk menjaga agar tidak terjadi menopause sebelum waktunya dan menjaga gangguan koroner atau arteriosklerosis umum.

 

Referensi.

  1. Ginekologi. Bagian Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung. Bandung: Elstar Offset. 1981.

Baca juga selanjutnya: Penyebab kemandulan pada Pria dan Wanita.

  • saran dan sumber informasi sangat tepat dengan keluhan yg dialami banyak orang, trimakasih

  • terima kasih banyak,,, informasinya sangat membantu sekali..