Obat Antikoagulan

PerawatanKesehatan.com – Antikoagulan adalah obat yang digunakan untuk mencegah pembekuan darah dengan jalan menghambat pembentukan atau menghambat fungsi beberapa faktor pembekuan darah [1]. Antikoagulan dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu:

  1. Heparin.
  2. Antikoagulan oral.
  3. Antikoagulan pengikat ion Ca2+.

 

 

A. Heparin.

Heparin adalah satu-satunya obat antikogulan yang diberikan secara parenteral, dan merupakan obat yang terpilih bila diperlukan efek yang cepat, seperti untuk emboli paru-paru dan trombosis vena dalam, oklusi arteri akut, atau infark miokard (serangan jantung), serta juga dapat untuk wanita hamil yang membutuhkan antikoagulan.

 

Kontraindikasi:

  • Pasien yang sedang mengalami perdarahan atau yang cenderung mengalami perdarahan, seperti pasien hemofilia, permeabilitas kapiler yang meningkat, threatened abortion (aborsi terancam), syok, dan hipertensi berat.
  • Selama atau setelah operasi mata dan otak.
  • Pasien yang mengalami pungsi lumbal atau anestesi blok.
  • Pasien yang mendapat dosis besar etanol, alk0hol, dan supersensitif terhadap heparin.
  • Wanita hamil (hanya boleh digunakan dalam kondisi terpaksa).

 

Intoksikasi:

Intoksikasi heparin menyebabkan perdarahan ringan sampai berat.

Bila pasien mengalami intoksikasi ringan, maka pemberian heparin harus dihentikan. Tetapi, bila pasien mengalami intoksikasi berat maka dapat diberikan antagonisnya. Contohnya protamin sulfat.

 

B. Antikoagulan Oral.

 

Indikasi:

  • Pencegahan dan pengobatan tromboemboli.
  • Untuk mengobati penyakit dengan kecenderungan timbulnya tromboemboli atas indikasi infark miokard, penyakit jantung reumatik, emboli paru, trombosis vena, dan seterusnya.

 

Kontra Indikasi:

  • Untuk penyakit yang cenderung mengalami perdarahan, tukak pada saluran pencernaan, defisiensi vitamin K, dan seterusnya.
  • Pada Wanita hamil (karena dapat menyebabkan perdarahan pada bayi baru lahir (neonatus).

 

C. Antikoagulan Pengikat Ion Ca2+.

  • Natrium sitrat dalam darah akan mengikat Ca2+ menjadi kompleks Ca2+-sitrat. Banyak digunakan karena tidak memiliki toksik.
  • Asam oksalat dan senyawa oksalat lainnya untuk invitro/diluar tubuh, (sangat toksik untuk invivo/dalam tubuh).
  • Na-Edta untuk membentuk kompleks dengan Ca2+.

 

Referensi.

  1. Materi kuliah Farmakologi. Akper Muhammadiyah Kendal. 2009.

Reply