Obat Methylprednisolone Tablet

PerawatanKesehatan.com – Obat methylprednisolone digunakan sebagai terapi substitusi pada insufisiensi adrenal (hidrokortison atau kortison merupakan pilihan pertama, kombinasi methylprednisolone dengan mineralokortikoid dapat dipakai), adrenal kongenital, hiperplasia. Juga digunakan sebagai terapi tambahan dengan pemberian jangka pendek pada pengobatan arthritis rheumatoid, lupus eritematosus sistemik, penyakit kolagen. Mengatasi penyakit mata seperti alergi korneal marginal, keratitis, neuritis optik, konjungtivitis alergi, herpes zoster oftalmicus, iridocylitis, dan iritasi. Selain itu juga digunakan untuk mengatasi penyakit alergi yang hanya berlangsung dalam waktu tertentu misalnya alergi rhinitis musiman/tahunan, asma bronkial, penyakit serum, dermatitis kontak, dermatitis atopik, dan reaksi hipersensitif terhadap obat.

Setiap tablet methylprednisolone mengandung methylprednisolone 4 mg, 8 mg, dan 16 mg.

Obat Methylprednisolone Tablet

 

Tentang Obat Methylprednisolone Tablet.

Kandungan
  • Methylprednisolone.
Jenis
  • Obat keras.
Golongan
  • Kortikosteroid.
Bentuk
  • Padat.
Cara pemberian
  • Oral.
Cara penyimpanan

 

  • Suhu dibawah 25○C.
  • Terlindung dari cahaya.
 Indikasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Terapi substitusi pada insufiensi adrenal.
  • Hiperplasia.
  • Adrenal kongenital.
  • Arthritis rheumatoid.
  • Penyakit kolagen.
  • Lupus eritematosus sistemik.
  • Alergi korneal marginal.
  • Herpes zoster oftalmicus.
  • Konjungtivitis alergi.
  • Keratitis.
  • Chorio retinitis.
  • Neuritis optik.
  • Iritis.
  • Iridocylitis.
  • Alergi rhinitis musiman/tahunan.
  • Penyakit serum.
  • Asma bronkial.
  • Reaksi hipersensitif terhadap obat.
  • Dermatitis kontak.
  • Dermatitis atopik.
Kontra indikasi

 

  • Hipersensitif terhadap kortikosteroid.
  • Infeksi jamur sistemik.
  • Tuberkulosis aktif laten.
Digunakan oleh
  • Dewasa.
  • Anak.

 

Efek samping Obat Methylprednisolon.

  • Hipertensi.
  • Hipokalemik alkalosis.
  • Kehilangan kalium.
  • Retensi Na.
  • CHF (congestive heart failure).
  • Osteoporosis.
  • Steroid miopati.
  • Otot lemah.
  • Nekrosis aseptik.
  • Keretakan tulang belakang.
  • Keretakan patologik.
  • Peptik ulcer dengan perdarahan dan perforasi.
  • Pankreatitis.
  • Distensi abdominal.
  • Esophagus ulseratif.
  • Gangguan penyembuhan luka.
  • Penipisan kulit yang rentan.
  • Petechiae.
  • Ecchymosis.
  • Eritema pada wajah.
  • Berkeringat banyak.
  • Konvulsi.
  • Meninggalkan tekanan intrakranial  dengan papiledema.
  • Vertigo.
  • Sakit kepala.
  • Seizure.
  • Pseudotumor serebri.
  • Perubahan menstruasi.
  • Menurunkan toleransi karbohidrat.
  • Meninggalkan kebutuhan insulin.
  • Sindrom cushing.
  • Penekanan hormon pertumbuhan pada anak-anak.
  • Katarak subkapsular posterior.
  • Meningkatkan tekanan intrakular.
  • Glaukoma.
  • Eksoftalmus.
  • Keseimbangan nitrogen negatif yang disebabkan oleh katabolisme protein.
  • Reaksi anafilaksis.
  • Tertutupnya infeksi.
  • Aktifnya kembali infeksi laten.

Bila obat ini digunakan dengan cyclosporin terjadi penghambatan metabolisme keduanya dan terjadinya konvulsi pernah dilaporkan.

Bila obat ini digunakan bersamaan dengan antikoagulan maka efek dari obat methylprednisolone dan antikoagulan bervariasi, pada umumnya dapat menurunkan efek antikoagulan.

 

Obat methylprednisolone diproduksi oleh Novell Pharmaceutical Laboratories, Bogor – Indonesia
Harga obat 1 dus (methylprednisolone 4 mg) berkisar antara Rp. 59.474,- (HET)