Obat yang Boleh dan Tidak Boleh dikonsumsi Ibu Hamil

PerawatanKesehatan.com – Obat yang dikonsumsi oleh ibu hamil dapat mempengaruhi janin melalui beberapa cara, oleh karena itu jangan sembarangan minum obat. Efek obat bisa saja langsung bekerja pada janin dan menyebabkan kelainan perkembangan, kerusakan, bahkan kematian, sedangkan yang mempengaruhi fungsi plasenta yaitu mengerutkan pembuluh darah sehingga mengurangi pasokan oksigen dan gizi ke janin, serta dapat menyebabkan otot rahim berkontraksi sangat kuat sehingga dapat mengurangi aliran darah ke janin dan dapat menciderainya.

Obat yang dikonsumsi oleh ibu dapat berpindah melalui plasenta, jalan yang juga dilalui oleh zat gizi untuk tumbuh kembang sang janin. Di plasenta obat dan zat gizi di darah ibu melewati selaput tipis yang diminum di awal kehamilan (sebelum hari ke 17 setelah pembuahan terjadi) bisa menyebabkan kematian pada janin atau tidak mempengaruhi janin sama sekali. Obat yang sampai ke janin dapat menyebabkan keguguran, cacat bawaan yang terlihat jelas, atau cacat yang baru muncul setelah beberapa hari kemudian.

 

Obat yang boleh dikonsumsi Ibu Hamil

Berikut beberapa nama obat yang boleh dikonsumsi oleh ibu hamil tetapi harus dengan resep dokter adalah:

  • Obat anti-muntah: metoklopramid.
  • Obat sakit maag: antasida.
  • Obat anti sembelit.
  • Obat anti alergi: obat semprot hidung.
  • Obat anti jamur: krem vaglna.
  • Obat anti nyeri: tylenol.
  • Obat tekanan darah tinggi: golongan metildopa.
  • Obat asma: obat inhalasi.
  • Obat reumatik.
  • Obat antibiotik: golongan penisilin, cephalosporin, erythromycin, clindamycin.
  • Obat antidepresan: obat golongan SSRI (selective serotonin reuptake inhibitor), juga obat golongan trisiklik antidepresan serta amitriptyline.
  • Obat pusing kepala sebelah (migraine): golongan ergotamine.
  • Obat jerawat: reaccutane serta vitamin A oral lainnya.
  • Multivitamin khusus untuk ibu hamil.

 

Obat yang diberikan kepada ibu hamil, terutama bila diberikan dalam jangka waktu tertentu, perlu dipertimbangkan. Jadi, konsultasikan terlebih dahulu pada bidan atau dokter kandungan anda sebelum meminum obat apapun demi kesehatan dan keselamatan kehamilan.

 

Obat yang tidak boleh dikonsumsi Ibu Hamil.

Berikut beberapa obat diantaranya yang tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh ibu hamil adalah:

  • Obat antibiotik golongan tetracycline, doxycycline, streptomycine, dan kanamycine.
  • Obat anti pembeku darah.
  • Obat golongan antihistamin.

Obat-obatan ini bila diminum setelah organ tubuh janin terbentuk sempurna (usia kehamilan trimester pertama, setelah 12 minggu) kecil kemungkinannya dapat menyebabkan cacat bawaan yang nyata, akan tetapi bisa juga menyebabkan perubahan dalam pertumbuhan dan fungsi organ serta jarigan yang sudah terbentuk secara normal.

 

Sekali lagi, kami ingatkan bahwa bila ibu hamil ingin minum obat apapun demi keselamatan dan kesehatan ibu dan janin maka sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu pada bidan atau dokter spesialis kebidanan & kandungan (sp.OG) terdekat.

Cukup sekian, semoga bermanfaat. Salam dari Tim Perawatan Kesehatan.

Baca juga: Stretch Marks (Guratan Pada Kulit) Saat Hamil

Referensi:
  1. 30 perubahan tubuh selama hamil: menghilangkan kecemasan saat persalinan dan komplikasi kehamilan / Rusmalia B. Salman. Jakarta: Penerbit Pustaka Kemang. 2016.