Penyakit Cacing Kremi (Oxyuriasis/Enterobiasis)

PerawatanKesehatan.com – Penyakit cacing kremi (oxyuruasis atau enterobiasis) merupakan salah satu penyakit penyakit yang ditularkan melalui tanah. Penularan cacing ini langsung dapat terjadi bila telur cacing dari tepi anal masuk ke dalam mulut tanpa pernah berkembang sebelumnya di tanah.

Penyebab penyakit cacing kremi adalah Oxyuris vermicularis atau Enterobius vermicularid atau cacing kremi atau pinworm. Penyakit ini sudah tersebar di seluruh dunia. Di Indonesia saja sudah memiliki frekuensi yang tinggi terutama pada Anak-anak.

Penyakit cacing kremi

Gambar diatas adalah seorang Anak yang beresiko terkena penyakit cacing kremi melalui tanah. © Alvian taufik septianto Amd. Kep

 

Penularan Penyakit Cacing Kremi.

Cara terjadinya infeksi karena adanya telur yang telah dibuahi tertelan melalui jari yang kotor, makanan yang terkontaminasi, inhalasi udara yang mengandung telur, dan retroinfeksi melalui anus.

Telur yang menetas di dalam usus duodenum, kemudian larva cacing bergerak dan menetap menjadi cacing dewasa di yeyunum & bagian atas ileum. Lama waktu yang diperlukan untuk daur hidupnya, di mulai tertelannya telur matang hingga menjadi cacing dewasa gravid yang berpindah ke daerah perianal, berlangsung sekitar 2 minggu – 2 bulan.

Cacing betina yang hamil, pada waktu malam hari akan bergerak ke arah anus dan kemudian meletakkan telurnya dalam lipatan-lipatan kulit disekitar anus. Hal ini yang menyebabkan rasa gatal pada anus (pruritus ani).

 

Gejala Penyakit Cacing Kremi.

Gejala umum yang seringkali ditemukan dan yang paling penting adalah:

  • Pruritis ani (rasa gatal pada anus) yang muncul terutama pada malam hari. Tetapi, rasa gatal ini harus dibedakan antara rasa gatal alergi, jamur, dan pikiran.
  • Anoreksia.
  • Badan menjadi kurus.
  • Susah tidur.
  • Vaginitis.
  • Nyeri perut.
  • Rasa mual.
  • Muntah.
  • Mencret-mencret (diare).

 

Pemeriksaan Penunjang.

Pemeriksaan darah.
Pemeriksaan darah tepi pada umumnya normal, eosinofilia hanya ditemukan sedikit.

Pemeriksaan tinja.
Ditemukan telur atau cacing dewasa pada daerah perianal atau di dalam tinja.

 

Pengobatan Penyakit Cacing Kremi.

Masyarakat Umum.

Sebaiknya pengobatan dilakukan juga terhadap keluarga serumah atau yang sering berhubungan langsung dengan pasien.
Kesehatan pribadi sangat penting diperhatikan terutama pada kuku jari-jari & pakaian tidur.
Jamban sebaiknya disiram dan dibersihkan dengan desinfektan (bila mungkin setiap hari).

 

Petugas Kesehatan.

Obat-obatan yang digunakan untuk membasmi penyakit cacing kremi adalah:

  • Mebendazol.
  • Albendazol.
  • Piperazin sitrat.
  • Pirantel pamoat.
  • Pirvium pamoat.

 

Komplikasi Penyakit Cacing Kremi.

  • Apendisitis.
  • Peradangan pada va9ina, rahim, dan tuba falopii.

Bila infeksi cacing tidak terlalu berat dan mendapat pengobatan yang tepat, maka komplikasi dapat dihindari.
Artikel Rekomendasi:

 

Referensi.

  1. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi 4 Jilid 3. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. 2007

Reply