3 Jenis Makanan Penyebab Ketidaksuburan Pada Wanita Menurut Islam

PerawatanKesehatan.com – Dear sejawat, kali ini kami akan berbagi tentang makanan yang dikhawatirkan dapat menjadi penyebab ketidaksuburan pada Wanita.

 

Makanan Penyebab Ketidaksuburan Pada Wanita.

 

1. Makanan asam.
Mengkonsumsi makanan yang asam seperti cuka dan buah qasburi dikhawatirkan dapat menghalangi kehamilan.

Makanan penyebab ketidaksuburan

 

2. Makanan masam.
Selain itu dicegah juga untuk tidak mengkonsumsi makanan yang masam misalnya susu dan apel yang masam karena dikhawatirkan dapat mencegah kehamilan.

Makanan penyebab ketidaksuburan pada wanita

 

3. Makanan pahit.
Makanan selain yang disebutkan diatas yaitu apa saja yang rasanya pahit seperti buah turmus, zaitun, kacang panjang, dan kacang tanah karena semua itu dapat menghilangkan gairah dan menghalangi kehamilan.

Makanan penyebab ketidaksuburan pada Wanita

Dalam kitab Qurratul ‘Uyun menjelaskan bahwa sesungguhnya seorang Wanita pada tujuh hari setelah melakukan berhubungan badan suami istri dilarang mengkonsumsi makanan penyebab ketidaksuburan pada Wanita yang telah dijelaskan diatas. Karena tujuan utama sebuah pernikahan adalah anak keturunan.

Makanan yang dianjurkan untuk dijadikan makanan buat Wanita yang ingin program hamil adalah daging ayam, delima, jambu, apel yang manis, dan lain sebagainya. Sedangkan ketika sudah hamil dianjurkan untuk memperbanyak mengunyah kemenyan arab dan kacang tanah. Hal ini berdasarkan sabda nabi s.a.w:

“Wahai para Wanita yang sedang mengandung! Berilah makan Anak-anak kalian dengan kacang tanah, karena itu dapat menambah kecerdasan, menghilangkan lendir tenggorokan, memperkuat daya ingat, dan meminimalisir lupa”.

 

Dalam sebuah riwayat lain dianjurkan untuk memperbanyak memakan jambu.

“Perbanyaklah memakan buah jambu karena hal itu dapat memperbaiki kondisi Anak yang dilahirkan”. (HR. Imam yahya bin yahya dari sahabat khalid bin ma’dan)

 

Referensi.

  1. Qurratul ‘Uyun (Keluarga Sakinah). Syaikh Abi Muhammad al-Tihamy Kanun al-Idris al-Chasany (penulis). M. Ali Maghfur Syadzili Iskandar (penerjemah). Surabaya: Penerbit “Al-Miftah” Surabaya. 2009.

 

Reply