Perdarahan Pada Kehamilan

PerawatanKesehatan.com – Perdarahan adalah gangguan kehamilan yang membuat ibu cemas. Perdarahan saat hamil adalah perdarahan pada jalan lahir yang abnormal atau bukan bagian dari haid. Perdarahan (hemorrhage) ini merupakan penyebab umum kematian ibu hamil.

anemia pada ibu hamil

Seorang wanita akan sangat bahagia dan akan merasa menjadi lebih sempurna hidupnya apabila dapat di beri kesempatan untuk mengandung calon bayi. Kehamilan merupakan peristiwa awal yang akan di lalui oleh seorang calon ibu ketika akan mendapatkan hadiah terindah dari Sang Maha kuasa yaitu malaikat kecil sebagai buah cinta mereka dari suatu hubungan pernikahan. Kehamilan juga dapat menjadi kabar gembira bagi para calon ayah maupun ibu apa lagi jika kehamilan tersebut adalah kehamilan yang pertama. Namun, Selain kehamilan merupakan suatu kabar gembira,  peristiwa terindah dan anugrah terbesar yang telah Tuhan berikan kepada Hambanya, kehamilan juga dapat menimbulkan berbagai masalah pada kesehatan dan keselamatan ibu apabila tidak di perhatikan sebaik mungkin. Berbagai komplikasi dan masalah yang kemungkinan yang akan terjadi di saat seorang ibu sedang hamil sangat banyak sekali baik yang membahayakan ataupun tidak, salah satu masalah yang sering kita temui dan terjadi pada ibu hamil dan bersalin adalah perdarahan. Walaupun tidak semua ibu hamil akan mengalami perdarahan namun tidak sedikit pula kita temui kasus perdarahan pada ibu hamil.

 

Perdarahan merupakan gangguan kehamilan yang membuat ibu cemas. Perdarahan saat hamil merupakan perdarahan pada jalan lahir yang abnormal atau bukan bagian dari haid. Perdarahan (hemorrhage) ini merupakan penyebab umum kematian ibu hamil. Biasanya, perdarahan pada jalan lahir merupakan hal yang umum terjadi pada trimester pertama yaitu usia kehamilan 1-3 bulan dan mempengaruhi 20-30% dari total kehamilan yang ada. Namun, hal ini tetap perlu diperhatikan!! kerena ada kalanya perdarahan pada trimester pertama kehamilan merupakan suatu tanda komplikasi serius seperti perkembangan janin yang tidak normal, keguguran janin dalam kandungan (abortus) hingga kehamilan mola ( kehamilan dimana yang berkembang bukanlah janin tetapi jaringan tertentu seperti gelembung atau mata ikan yang dapat berkembang menjadi kanker ).

 

Perdarahan memang bisa terjadi kapanpun sepanjang kehamilan. Pada kehamilan trimester pertama yaitu ada empat jenis perdarahan yang sewaktu- waktu dapat terjadi antara lain :

  1. Abortus iminens adalah perdarahan pada rahim yang akan menyebabkan keluarnya sedikit darah, namun bakal janin masih utuh dan masih dapat dikatakan aman. Abortus iminens istilah awamnya disebut dengan ancaman keguguran.
  2. Abortus insipiens adalah perdarahan yang keluar dari rahim lebih banyak dan di ikuti rasa mulas, bakal janin masih tetap utuh namun sudah terjadi pembukaan rahim. Bila ibu mengalami hal tersebut sebaiknya yang ibu lakukan adalah segera periksa ke dokter spesialis kebidanan & kandungan (Sp.OG) serta melakukan istirahat total selama beberapa hari sampai perdarahan berhenti dan ibu dalam kondisi membaik seperti semula.
  3. Abortus inkompletus adalah perdarahan yang sangat banyak dan dapat menimbulkan syok pada penderita. Dinyatakan Abortus inkompletus apabila sudah terjadi pengeluaran bakal janin meski masih ada sisa yang tertinggal di dalam rahim. Pada kasus ini biasanya dokter spesialis kebidanan & kandungan (Sp.OG) akan melakukan pengeluaran sisa hasil konsepsi yang masih tertinggal di dalam rahim dengan memakai obat, namun bila tidak dapat keluar dengan sempurna maka tindakan kuret akan dilakukan.
  4. Kehamilan ektopik (hamil di luar kandungan), 95% kasusnya berupa calon janin menempel di saluran telur (Tuba Falopi). Jika Terjadi, tindakan yang harus di lakukan adalah operasi untuk mengeluarkan janin dan mengangkat saluran telur telah robek.

 

Pada kehamilan di trimester kedua dan ketiga yaitu usia kehamilan 4 – 9 bulan, perdarahan juga dapat terjadi akibat berikut ini:

  • Plasenta di bawah ( plasenta previa ), dimana kondisi dan posisi plasenta menutupi jalan lahir. Tanda gejala dari plasenta previa yaitu perdarahan berwarna merah sehat dan tanpa disertai dengan rasa nyeri.
  • Plasenta lepas sebelum waktunya (solusio plasenta), dimana perlekatan plasenta robek sebagian bahkan sampai terlepas seluruhnya. Tanda gejalanya adalah perdarahan berupa bercak darah warna merah gelap dan kadang disertai dengan rasa nyeri yang sangat hebat.

 

Hingga saat ini belum ada pencegahan yang efektif untuk kondisi perdarahan saat hamil. Namun, bila ini di alami oleh ibu hamil, maka dapat diatasi dengan :

  • Berbaring dengan posisi kaki lebih tinggi dari bahu.
  • Beristirahat sampai perdarahan berkurang atau lebih baiknya lagi istirahat total sampai perdarahan berhenti.
  • Hentikan aktivitas fisik yang cukup berat, seperti mengangkat beban atau olahraga yang berat.

 

Bila keluar darah cukup banyak maka segera periksa ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan (Sp.OG) agar segera mendapatkan penanganan yang tepat oleh tenaga ahlinya.

 

Baca juga: Hipertensi atau Tekanan Darah Tinggi Pada Ibu Hamil

Referensi:
  1. 30 Perubahan tubuh selama hamil: menghilangkan kecemasan saat persalinan dan komplikasi kehamilan/Rusmalia B. Salman. Jakarta: Penerbit Pustaka Kemang. 2016.