Retensi Urin

PerawatanKesehatan.com – Retensi urin adalah tidak dapat atau sulitnya urin keluar dari buli-buli [1]. Retensi urin merupakan kedaruratan yang harus mendapatkan pertolongan atau tindakan segera karena retensi urin total yang berlangsung selama beberapa hari dapat menyebabkan urosepsis yang dapat berakhir dengan kematian.

retensi urin

Retensi urin dibagi menjadi 2, yaitu akut dan kronik.

 

1. Retensi Urin Akut.

Penderita sekoyong-koyong tidak dapat kencing, kandung kencing penuh disertai dengan rasa nyeri yang sangat di daerah suprabubis dan hasrat ingin kencing yang hebat dan mengejan, serta seringkali urin keluar hanya menetes atau sedikit-dikit.

Penyebab.
Retensi urin akut disebabkan oleh infeksi saluran kencing, infeksi kandungan kencing, dan sumbatan oleh batu pada saluran atau kandungan kencing dan sebagainya.

 

2. Retensi Urin Kronik.

Penderita tidak dapat kencing, kandung kencing penuh dan disertai dengan rasa nyeri yang sangat pada daerah supra pubis meskipun kandungan kencing penuh.

Penyebab.
Retensi urin kronik disebabkan oleh penyakit kronis/neorologis/metabolik, atau pembesaran kelenjar prostat, dan sebagainya.

 

Gejala.

  1. Kencing tak lampias, sulit, pancaran kecil dan lemah, serta menetes sampai kencing.
  2. Riwayat trauma atau infeksi saluran kemih.
  3. Nyeri spontan atau tekan di daerah supra simphisis.
  4. Mungkin juga dapat disertai tanpa penyebab seperti pembesaran prostat, teraba benda keras pada uretra, dan fimosis (kulup Mr. P terlalu ketat).

 

Penatalaksanaan.

Masyarakat Umum.
Prinsip dalam penanganan retensi urin adalah sebagai berikut:

  1. Mengeluarkan urin secepatnya.
  2. Memperbaiki keadaan umum.
  3. Pengobatan kausal.

Pertolongan pertama yang dapat dilakukan adalah diusahakan kencing dapat keluar melalui salurannya tanpa dilakukan tindakan terlebih dahulu yaitu dengan mengompres hangat pada daerah supra pubis. Bila tidak berhasil, maka segera untuk membawa penderita ke pelayanan kesehatan terdekat.
Petugas Kesehatan.
Melakukan pemasangan kateter atau fungsi urin, hal ini biasanya dilakukan di Rumah Sakit.

 

Referensi.

  1. Basic Safety Training. Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang. 2012.

Baca juga selanjutnya: Mioma uteri (Tumor otot rahim).

Reply