Syok dalam Kebidanan (Definisi, Jenis, dan Gejala)

PerawatanKesehatan.com – Dengan kita memahami sebab-sebab terjadinya syok dalam kebidanan, maka diharapkan dapat melakukan pencegahan dan penanganan dengan baik.

syok dalam kebidanan

 

Pengertian Syok dalam Kebidanan.

Definisi syok adalah suatu keadaan yang disebabkan gangguan sirkulasi dsrah ke dalam jaringan sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan oksigen & nutrisi jaringan serta tidak mampu untuk mengeluarkan hasil metabolisme [1].

Penyebab terbanyak terjadinya syok dalam kebidanan adalah perdarahan, kemudian kardiogenik, neurogenik, anafilaktik, endotoksik/septik, dan penyakit yang lain seperti emboli (hambatan pada aliran pembuluh darah), komplikasi anestesi, dan kombinasi.

Secara umum gejala klinik syok sama yaitu tekanan darah menurun, pucat, keringat dingin, nadi cepat dan lemah, sesak nafas, gelisah, penglihatan kabur, sianosis jari-jari, dan akhirnya oliguria/anuria.

Komplikasi yang disebabkan karena penanganan yang tidak adekuat dapat menyebabkan asidosis metabolik, sindroma sheehan, gagal ginjal akut, koagulasi intravaskular yang luas (DIC), dan kegagalan jantung akibat berkurangnya aliran darah koroner.

 

Jenis dan Etiologi Syok.

Berikut adalah beberapa jenis dan penyebab dari syok dalam kebidanan sebagai berikut:

  • Syok anafilaktik adalah syok yang terjadi akibat alergi atau hipersensitif terhadap obat-obatan.
  • Syok endotoksik (septik) adalah suatu gangguan menyeluruh pada pembuluh darah yang disebabkan oleh lepasnya racun. Penyebab utama dari syok ini adalah infeksi bakteri gram negatif. Biasanya di jumpai pada abortus septik, korioamnionitis (peradangan membran janin), dan infeksi setelah persalinan.
  • Syok hemoragik adalah suatu syok yang disebabkan oleh perdarahan yang banyak. Akibat dari perdarahan pada kehamilan muda, seperti abortus (keguguran), kehamilan diluar rahim (ektopik), dan penyakit trofoblas; perdarahan pada jalan lahir setelah kehamilan 22 minggu (anterpartum) misalnya plasenta previa (plasenta yang letaknya salah), solusio plasenta (lepasnya plasenta dari dinding rahim sebelum proses melahirkan), ruptura uteri (robekan rahim), dan perdarahan setelah persalinan karena atonia uteri (rahim tidak dapat berkontraksi dengan baik) dan luka yang disebabkan oleh robekan jalan lahir.
  • Syok neurologik adalah syok yang terjadi karena rasa sakit yang berat disebabkan oleh kehamilan diluar rahim yang terganggu, solusio plasenta, persalinan letak sungsang dimana pembukaam mulut rahim belum lengkap, versi dalam kasar, tindakan crede, robekan rahim, inversio uteri yang akut, pengosongan rahim yang terlalu cepat, dan penurunan tekanan yang tiba-tiba daerah splanknik misalnya pengangkatan tumor indung telur yang sangat besar.

Penyebab syok yang lain adalah seperti tersumbatnya pembuluh darah oleh air ketuban, udara atau bekuan darah (trombus), komplikasi anestesi, dan kombinasi misalnya pada abortus inkompletus (hemoragik dan endotoksin) dan kehamilan ektopik terganggu dan ruptur uteri (hemoragik dan neurogenik).

Gejala Syok.

Gejala umum syok sama pada semua jenis syok antara lain nadi cepat, tekanan darah menurun, dan lemah karena akibat dari perdarahan. Bila terjadi vasokontriksi pembuluh darah kulit menjadi pucat, keringat dingin, sianosis jari-jari selanjutnya diikuti sesak nafas, penglihatan kabur, gelisah, dan oliguria/anuria, dan akhirnya dapat menimbulkan kematian pada ibu.

 

Penanganan Syok.

Penanganan syok terdiri dari tiga garis utama, yaitu pengembalian fungsi sirkulasi darah dan oksigenisasi, eradikasi infeksi, serta koreksi cairan dan elektrolit. Prinsip pertama dalam penanganan kedaruratan medik dalam kebidanan adalah ABC yang terdiri dari menjaga fungsi saluran pernafasan (Airway), pernafasan (Breathing), dan sirkulasi darah (Circulation). Bila dalam kondisi tersebut terjadi diluar rumah, maka pasien harus segera dibawa ke rumah sakit dengan cepat dan aman.

Artikel terkait: Pengenalan Aiarway dan Breathing.

 

Referensi.

  1. Ilmu Kebidanan Sarwono prawirohardjo/editor ketua, Abdul bari Saifuddin, editor, Trijatmo Rachimhadhi, Gulardi H. Wiknjosastro, Edisi Keempat, Jakarta: PT Bina Pustaja Sarwono Prawirohardjo, 2009.

Reply