Syok Hipovolemik Beserta Penatalaksanaan

syok hipovolemik

PerawatanKesehatan.com – Definisi menurut Medical Surgical Nursing : Critical thinking in client care, 2000 bahwa syok adalah suatu kumpulan dari beberapa tanda-tanda yang terjadi karena ketidak seimbangan secara sistemik antara pasokan oksigen dengan permintaan. Syok dapat menyebabkan penurunan kadar oksigen sehingga terjadi kegagalan produksi energi, penurunan energi dan hilangnya dari keutuhan sel jaringan serta kegagalan fungsi organ yang dapat mengakibatkan kematian. Terdapat beberapa macam syok diantaranya adalah syok hipovolemik, syok kardiogenik, dan syok distributive.

Pada artikel ini kita akan membahas tentang syok hipovolemik. Pengertian Syok hipovolemik adalah terganggunya sistem peredarah darah akibat dari kapasitas darah dalam pembuluh darah yang berkurang. Kondisi ini dapat terjadi karena akibat dari perdarahan yang sangat banyak atau kehilangan plasma darah [1].

 

Penyebab Syok Hipovolemik.

Syok hipovolemik merupakan kondisi dimana jantung tidak mampu untuk memasok darah yang cukup ke seluruh tubuh disebabkan karena menurunnya kapasitas pembuluh darah dan kehilangan cairan tubuh. Pada umumnya kurangnya pasokan darah disebabkan karena perdarahan yang terbagi menjadi dua macam, yaitu perdarahan dalam (akibat infeksi di dalam saluran pencernaan) dan perdarahan luar (akibat trauma atau cidera).

Darah kita mengandung air, oksigen, dan zat-zat penting lainnya yang dibutuhkan oleh jaringan dan organ tubuh. Bila terjadi perdarahan sangat banyak, maka pasokan darah yang dipompa dari jantung ke seluruh tubuh akan berkurang dan jaringan atau organ tubuh tidak dapat menerima pergantian darah yang dibutuhkan dengan cepat. Kondisi ini yang dimaksud dengan syok hipovolemik yang ditandai dengan gejala umum yaitu menurunnya suhu tubuh dan tekanan darah.

Petugas kesehatan akan kesulitan dalam mengidentifikasi syok hipovolemik bila perdarahan belum ditemukan atau berada di dalam saluran pencernaan atau hanya terjadi penurunan jumlah plasma dalam darah. Setelah terjadi perdarahan biasanya hemoglobin (hb) dan hematokrit belum mengalami penurunan. Kondisi ini bila tidak mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat maka dapat mengakibatkan kematian.

Selain perdarahan, kehilangan cairan yang banyak seperti karena dehidrasi (kekurangan cairan) berat, muntah-muntah, diare, luka bakar, dan penyakit diabetes insipidus (sering buang air kecil dalam jumlah yang banyak) juga dapat memicu terjadinya penurunan jumlah darah yang dialirkan ke seluruh tubuh.

 

Tanda Gejala Syok Hipovolemik.

Seperti yang sudah kami jelaskan diatas. Bahwa tanda gejala utama syok hipovolemik adalah menurunnya suhu tubuh dan tekanan darah. Selain itu terdapat beberapa tanda gejala lain yang menyertai. Diantaranya sebagai berikut:

  • Jumlah urine menurun.
  • Tingkat kesadaran berubah.

  • Berkeringat dingin.

  • Denyut nadi meningkat.
  • Nafas dangkal dan cepat.
  • Tampak cemas.

Secara umum tanda gejala syok hipovolemik yang muncul sama, yang membedakan hanya tingkat kehilangan kapasitas darah mulai ringan hingga yang berat. Semakin banyak kehilangan kapasitas darah maka makin tinggi resiko atau komplikasi yang akan terjadi seperti kerusakan ginjal, kerusakan hati, kerusakan organ susunan saraf dan gagal ginjal.

 

Penanganan Syok Hipovolemik.

Bila anda melihat orang lain baik pada anak kecil ataupun dewasa yang mengalami tanda gejala diatas maka segera bawa orang tersebut ke sarana pelayanan kesehatan terdekat agar mendapatkan pertolongan medis. Ketika diperjalanan, jagalah pernafasan korban agar tetap stabil dan jika memungkinkan atur posisi kaki lebih tinggi dibandingkan organ tubuh lainnya.

Baca juga: Datangi RS, beresiko terkena infeksi nosokomial.

 

Referensi:

  1. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi ke-4, Jakarta: FKUI, 2006.
  2. Modul Basic Trauma Cardiac Life Support Edisi revisi, AGD Dinkes Prov DKI Jakarta, 2012.

Reply