Waspada Alergi Saat Hamil

Waspada alergi saat hamil – Beberapa calon ibu menjadi lebih sensitive terhadap beberapa hal dan makanan tertentu saat hamil. Hal tersebut dapat terjadi di karenakan meningkatnya hormone progesterone dan menurunnya system kekebalan tubuh atau daya imun pada ibu hamil.Kondisi tersebut menyebabkan tubuh ibu hamil lebih rentan terhadap beberapa virus termasuk alergi. Reaksi alergi dapat muncul saat tubuh terpapar allergen atau factor pencetus alergi.reaksi alergi yang muncul bisa berupa rasa gatal pada kulit , bersin-bersin , hidung berair hidung tersumbat, gatal-gatal pada mata bahkan pembengkakan pada wajah. Jika terdapat rasa gatal pada kulit sebaiknya tidak usah di garuk karena dapat menimbulkan infeksi sekunder karena luka bekas garukan mudah di masuki kuaman dan dan biasanya akan malah menjadi berair bahkan bernanah.

waspada alergi saat hamil

Gejala alergi saat hamil muncul apabila system kekebalan tubuh yang melindungi terhadap bakteri, virus, dan zat lain ternyata juga bereaksi terhadap debu, serbuk bunga asap rokok, atau zat kimia pada makanan tertentu.Umumnya jika terjadi alergi tubuh kita akan mengeluarkan suatu zat yang dinamakan zat histamine atau yang sering disebut anti histamine yang berkerja untuk melawan zat asing yang masuk ke dalam tubuh yang menyebabkan terjadinya alergi tersebut.

 

Alergi pada saat hamil tidak langsung menurun pada janin yang ada di dalam kandungan kita, meskipun tidak menutup kemungkinan hal itu juga dapat terjadi. Alergi dapat di sebabkan oleh bahan makanan tertentu , debu, serbuk bunga, kapas, ataupun bahan kimia tertentu dari produk makanan, kosmetik dan obat-obatan.

 

Alergi saat hamil dapat dihindari dengan cara menghindari factor resiko atau penyebab terjadinya alergi tersebut. Jaga kebersihan diri dan lingkungan serta gunakan masker saat keluar rumah dan saat mengendarai sepeda motor di jalan raya jika hal itu pemicu alergi, gunakan sarung tangan dengan bahan latek atau sarung tangan anti tembus kulit jika ingin menyentuh sesuatu barang yang di rasa mengandung bahan kimia, seperti detergen, sabun pencuci piring, pewangi lantai dan lain sebagainya jika hal tersebut termasuk pemicu alergi.

 

Muncul alergi saat hamil tidak begitu mempengaruhi kehamilan, Namun hal tersebut dapat membuat sang ibu hamil menjadi tidak nyaman. Meskipun begitu jika terjadi alergi saat hamil tetap perlu di lakukan pengobatan agar tidak memperburuk kondisinya. Pengobatan yang di berika oleh dokter biasanya dengan memberikan obat anti gatal  berupa krim atau lotion yang tentunya aman untuk ibu hamil. Bila reaksi alergi mulai mengganggu , dokter akan memberikan obat anti alergi yang aman bagi ibu hamil. Dengan begitu efek samping yang mungkin terjadi baik pada ibu maupun pada janin dapat di hindari. Konsultasikan kepada dokter bila muncul reaksi alergi , jangan gunakan sembarang obat karena dapat berakibat fatal bagi kehamilan. Reaksi alergi cenderung menurun selama hamil untuk melindungi tubuh dari ‘penolakan’ terhadap janin.

 

Bila sebelum hamil pernah menderita alergi dan tetap muncul ketika sang ibu sedang hamil tentu saja hal ini dapat mengganggu dan terasa menyika sang ibu dan mengganggu janin yang ada di dalam kandungannya. Maka dari itu sebaiknya ibu hamil mengupayakan agar alergi itu tidak lagi muncul ketika hamil.

 

Agar riwayat alergi yang pernah di derita oleh ibu tidak muncul ketika sedang hamil dapat di lakukan pencegahan sebagai berikut :

  • Jika sebelumnya sudah memiliki riwayat alergi terhadap susu , sedangkan ibu hamil juga butuh mengkonsumsi susu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi serta kalsium yang terdapat pada  produk susu untuk ibu sendiri dan janin yang ada di dalam kandungannya maka ibu dapat mengganti susu sapi dengan susu kedelai. Atau dapat mengganti nutrisi susu dengan mengkonsumsi ikan, daging, telur, tempe, tahu, kacang-kacangaan (sumber protein) Sayuran hijau dan air jeruk (sebagai sumber kalsium).
  • Apabila sebelumnya sudah memiliki riwayat alergi telur, jika yang menyebabkan alergi adalah putih telur maka ibu dapat mengkonsumsi kuning telur saja, pilih makanan berlabel egg free. Dan ibu dapat mengganti protein yang terdapat pada telur dengan susu, daging, ikan, ayam, dan kacang-kacangan.
  • Alergi seafood atau hewan laut, maka ibu dapat menghindari makanan laut dan olahan dari hewan laut. Ibu dapat mengkonsumsi ikan air tawar atau dapat mengganti nutrisi yang terdapat dalam ikan dengan mengkonsumsi makanan yang kandungannya sama dengan ikan contohnya daging tanpa lemak, telur dan susu rendah lemak atau biasanya sudah di sajikan dalam susu khusus untuk ibu hamil.
  • Jika sebelumnya ibu pernah mengalami alergi kacang, maka sebaiknya ibu harus menghindari kacang dan produk olahannya termasuk menghindari tahu,tempe,tauco,dan kecap. Hindari makanan yang berlabel may contain nuts. Dan dapat mengganti kacang dengan makana sereal yang terbuat dari beras, gandum, dan jagung.
  • Alergi beras dan gandum, hal ini memang sangat jarang terjadi namun tidak menutup kemungkinan terjadi pada kita, jika ada ibu yang sebelumnya mengalami alergi pada beras dan gandum maka selama hamil pun sebaiknya ibu jangan mengkonsumsi beras dan gandum termasuk pada semua produk olahannya (mie, pasta, bihun, roti, pastry) dan ibu tetap dapat mengganti sumber karbohidrat dari bahan makanan lain yaitu dengan kentang, jagung, sukun, ubi, singkong, talas, tepung maizena dan hunkue.
  • Alergi buah dan sayur, apabila ibu mengalami alergi sayur maka dapat mensiasatinya dengan cara memasaknya selama 2 menit atau dapat menyimpan buah dan sayuran di dalam freezer selama 2 minggu.

Baca juga: Bengkak pada Kaki, Tangan, dan Wajah Saat Hamil

Referensi:
  1. Rusmalia M. Salman. 30 Perubahan tubuh selama hamil. Jakarta: Penerbit Puataka Kemang. 2016